November 24, 2007 | By: BangDhika

PENYAKIT KEGAGALAN


Sobat, kita lanjut pembahasan kita tentang keberhasilan dalam mengarungi kehidupan ini jika coretan saya yang lalu saya lebih menitik beratkan pada bagaimana meraih keberhasilan ( maaf ini dari sudut pandang saya saja ), nah coretan saya kali ini akan mencoba membahas tentang hal-hal apa saja yang mempengaruhi dalam meraih keberhasilan…

Oh ya… sobat coretan – coretan yang ada disini mungkin tidak menyinggung tentang segala sesuatu yang bersifat agama (semisal tentang iman, ayat-ayat tuhan, atau filosofi-filosofi normatife dan lainya) ini semua saya buat berdasarkan segala sesuatu yang saya dengar, saya baca dan yang saya rasa selama ini, bukan berarti tidak mau untuk mengaitkan dengan ayat-ayat tuhan atau petunjuk-petunjuk tuhan di karenakan saya ingin mencoba, inilah semua yang saya dapatkan dari pengalaman-pengalaman yang saya jalani selama ini.

Oke deh.. tidak terlalu banyak berbasa-basi intinya saya ingin berhasil untuk mengalahkan pola pikir saya yang selalu beralasan dan berdalih menerima apa adanya tentang kehidupan.

Sobat, pelajarilah manusia sementara sobat berpikir untuk berhasil, pelajarilah mereka secara sangat cermat untuk menemukan mengapa mereka berhasil, dan kemudian terapkan prinsip penghasil sukses pada kehidupan sobat sendiri.

Mulailah segera, perdalam studi sobat mengenai manusia, dan sobat akan menemukan bahwa orang yang tidak sukses menderita penyakit pikiran, kita sebut saja penyakit ini dengan penyakit dalih (excusitis), atau penyakit kegagalan. Setiap manusia mungkin pernah mengidap penyakit ini dan setiap orang yang gagal mengidap penyakit ini dalam tahap lebih lanjut.

Orang yang tidak mempunyai rencana dalam hidupnya atau orang yang tidak mempunyai rencana untuk tiba di suatu tempat selalu mempunyai setumpuk dalih untuk menjelaskan Mengapa??.. berbagai dalih atau alasan di ungkapkan untuk membenarkan kegagalannya dalam hidup ini. Itu tidak benar sobat… kita sembunyi dari realita kehidupan yang sebenarya itu semua hanya untuk mengelabuhi diri sendiri misalnya ..

>>>>Tentang kesehatan

Kesehatan ini selalu di jadikan kambing hitam manakala seseorang mengalami kegagalan, semakin sobat berbicara mengenai suatu penyakit, bahkan mungkin Cuma masuk angin, semakin buruk tampaknya penyakit itu,

Sobat…, pernah saya alami ketika itu saya menderita penyakit paru-paru, dan kata dokter saya harus banyak2 istirahat kurangi aktifitas yang melelahkan karena untuk penyembuhan penyakit paru-paru akan memakan waktu lama, selang beberapa bulan kemudian penyakit yang saya derita tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah, karena saya terlalu khawatir kalau-kalau akan kambuh lagi sementara kebutuhan hidup semakin hari semakin bertambah, suatu hari saya bertemu dengan teman, teman saya tersebut juga dulunya mempunyai penyakit yang sama tapi pada saat bertemu dengan saya teman saya itu sudah pulih dan sangat sehat sekali…. Saya bertanya apa resepnya agar penyakit saya ini dapat sembuh seperti anda, dia menjawab “lupakan penyakit itu…” pikirkan masa depan buat rencana hidupmu bahagia di kemudian hari, lawan rasa sakitmu dengan semangat, jangan biarkan pikiran kita mengikuti rasa sakit itu… “

VAKSIN untuk menyembuhkannya :

1. Jangan berbicara tentang kesehatan sobat

2. Jangan khawatir tentang kesehatan sobat

3. Bersyukur secara tulus bahwa kesehatan sobat baik sebagaimana adanya

>>>>Tentang Pendidikan

Pendidikan juga sering di jadikan alasan buat orang yang gagal, padahal sudah banyak contoh orang yang berhasil dan sukses bukan dari dia pernah sekolah diluar negeri atau pernah kuliah menyandang gelar sarjana bahkan lulus sekolah dasar pun tidak, mereka berbekal kepercayaan dan keyakinan untuk sukses, mereka tidak pernah merasa minder bertemu dengan orang-orang yang lebih tinggi pendidikannya, mereka punya sikap optimistis untuk berhasil…. Begitu pun kita, walau pun pendidikan kita mungkin hanya biasa2 saja itu tidak menjadi halangan kita untuk maju dan berhasil bahkan kita harus bersyukur kalau kita mungkin bisa merasakan duduk di bangku sekolah, yang jelas jangan pernah merasa kalau kita itu rendah, kita sederajat dengan mereka kita sama dengan mereka kita juga punya hak untuk berhasil untuk menjadi orang sukses….
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang di jadikan dalih atau alasan orang yang gagal, yang intinya seperti semua penyakit, penyakit dalih atau penyakit kegagalan menjadi semakin buruk jika tidak segera di obati dengan tepat dan segera, korban dari penyakit pikiran ini megalami proses mental berikut: “saya tidak bekerja sebaik yang seharusnya, apa yang dapat saya gunakan sebagai alibi yang akan membantu saya agar tidak kehilangan muka (malu)? Coba kita lihat, kesehatan yang buruk?, Kurangnya pendidikan?, Terlalu tua?, terlalu muda?, nasib buruk?, kesialan pribadi?, anak dan istri?, cara keluarga membesarkan saya.. segera sesudah korban penyakit kegagalan itu memilih dalihnya yang “bagus”, ia hidup dengn dalih tersebut, kemudian ia mengandalkan dalih tersebut untuk menjelaskan kepada dirinya sendiri dan orang lain mengapa ia tidak maju-maju…….

Mohon maaf buat sobat-sobat, bukan bermaksud menggurui ini semata-mata hanya tulisan ringan semoga ini dapat bermanfaat khususnya buat saya sendiri dan buat sobat tentunya…. Salam.





10 comments:

Agaz said...

terinspirasi dari tulisan ini.. saya tambah optimis bahwa dengan pendidikan yang pas2an saya harus bisa sukses.. bukan begitu bozz? :))

geLLy said...

yUp betul sekali bank dhika...salah satu kegagalan kita karena kita sendiri,yg sllu mikirin ttng hal2 yg bisa menghancurkan semangat kita...

Anonymous said...

ayoo.. ayooo... semangaattttt...... sambil ngeblog... hueheheheeee...

Diana Indah said...

pengennya semangat nih, tp kok lemesss aja yah..

isnuansa said...

Wah, aku malah baru khawatir penyakit baruku: Jerawat!

Yusa95 said...

Ya yg penting kita ga pernah nyerah utk mencapai impian kita aja mnrt sy sih..
Safelistprofit - Yusa95

vin said...

itu emang sudah sifat bawaan, bie.

yang suka baca, ini ada beberapa buku yg bagus u dibaca dan disimak

1. unlimited power (sorry lupa writerx)
2. laa tahzan
3. hidup untuk hidup (punya Daarut Tauhid)

:) merdeka!!!

ichal said...

saya pernah menderita penyakit ini,, tapi segera dan berusaha bangkit!!

meity on http://meitymutiara.blogsome.com said...

yang membuat kita gagal sebetulnya adalah diri kita sendiri yang mensugesti pikiran dan perasaan kita pada sebuah kegagalan.

jadi, mestinya kita harus memberikan sugesti pada diri kita sendiri melalui pikiran dan perasaan tentang sebuah kesuksesan.

baca buku quantum ikhlasnya erbe sentanu deh. maka akan ketemu jawabannya.

Video Naruto said...

Tetep semangat....semangat dan semangat.....