November 12, 2007 | By: BangDhika

LILY II (lanjutan)

kebangkitan…. apakah itu yang akan aku lakukan disaat aku tau diri ini tak lebih dari bangkai yang berjalan.
“ Komputerku rusak..mungkin kemarin aku salah tekan tombol semua jadi blank”
“ Ya sudah, besok aku bawa. Disana ada yang bisa betulkan” diam sesaat
“ kenapa…….?!”
“ tidak,..tidak apa-apa ,bawa saja dari pada rusaknya tambah parah.”
Masa bodohlah, kalaupun komputer itu harus rusak aku tak peduli yang penting saat ini, detik ini aku sedang berusaha merubah hidup mengambil kembali kendali atas diriku sendiri.
Sudut kamar yang selalu sepi, dingin tanpa penerangan , ah…aku suka sekali . keheningan ini , begitu menghanyutkan, betapa lama terasa aku rindukan kesejukan dalam hati ini. Aku pasrah padaMu….Tuhan, bawalah kembali aku kedalam pelukanMu seperti dulu sebelum kumengenal hasrat kotor dalam diriku ini, belailah aku dengan lembut biarkan kurasakan kembali kehalusan nuansaMu dalam hatiku.

Kumantapkan hati ini aku akan menjadi orang baik, lupakan semua yang telah terjadi kutebalkan keyakinanku esok masih ada waktu untuk kehidupanku.
Hampir sebulan aku hidup dalam dua dunia,… tempat kerja dan kamarku yang selalu temaram tanpa penerangan,aku ingin membangun kembali karier yang hampir aku lupakan. Tuhan aku pinta padaMu datangkan padaku seorang pelindung yang dapat menjaga hatiku memberikan ketenangan disaat gundahku.
Akan kuterima ia yang akan datang mengisi hatiku dengan penuh suka cita tanpa ragu karena aku yakin yang terbaiklah yang akan Kau berikan padaku.
Jam sembilan pagi ponselku berdering, baru kucoba merebahkan diri ada saja yang menganggu, apalagi yang akan aku hadapi hari ini, besok pekerjaanku agak padat dari biasanya, Agustusan tahun ini aku ingin menyendiri mengalahkan keegoanku, lupakan sejenak rengekan anak asuhku di pabrik yah.. walau terkadang mereka pemberi semangat disaat tertentu.
“ Ehm..siapa nih,?!”
lagi-lagi sms yang tidak jelas alamatnya, dibalas jangan yah!?’

dengan malas kubalas juga sms itu terlebih dia sebut soal computer, bukankah komputerku sedang diperbaiki, jangan-jangan ini orangnya.
Tak lama berselang temanku menelpon nadanya sambil tertawa seolah senang benar yang sedang dialaminya.
“ datang ya, dijemput diperempatan,..tenang pake motor!’
“ ya,aku datang tapi inikan sudah hampir jam sepuluh, hari ini aku masuk shift dua,jangan lama-lama loh disana.!”
“ beres semua sudah diatur!”
“apanya yang diatur” bathinku

Roda mobil berputar dengan cepat seolah ia tau aku sedang mengejar waktu, membuat janji dalam waktu yang sempit selalu aku hindari, ah…. menyebalkan rasanya dikejar-kejar waktu, ya kalau benar bertemu dengan orang yang dijanjikan seringnya aku yang datang orang yang dimaksud tidak ada, seperti kambing ompong.
Sepanjang jalan aku hanya tersenyum melihat kembali jalan-jalan yang sering aku lalui dari berangkat kerja, kuliah sampai pulang kerumah, itu ku alami dengan suka cita dan itu semua kujalani sebelum kuputuskan untuk kos diluar.
“ hidup mandiri!?..” aku hanya bisa mendesah apanya yang mandiri?, yang ada aku jadi kehilangan satu penghargaan atas diri.
Dua hari yang lalu tanpa diduga sewaktu aku pulang kerumah, kakak lelakiku menghampiri entah ada angin dari mana ia yang selama ini pendiam bisa memulai pembicaraan antara aku dan dia. Mungkinkah ia tau gulananya hatiku ini atau hanya kekhawatiran seorang kakak pada adiknya.
“ aku dengar kau akan mulai menabung lagi…?”
“ sudah jangan terlalu dipikirkan usia yang kita jalani ini,….”
Suaranya terasa berat, terdengar ia menelan ludah…. pahit kurasa, kakakku yang baik….tak lama terdengar lagi suaranya.
“ yang penting kita bisa manfaatkan sebaik mungkin, disana didaerah kampung dalam ada tanah yang mau dijual, bagaimana kalau kamu invest untuk masa depan sendiri. Apalagi harganya masih murah, tabung dulu uangnya selama satu tahun lalu belikan langsung jangan ambil pusing.”
Diam sejenak, terasa ada yang dipikirkan sebelum ia mulai berkata kembali.
“ yang namanya jodoh pasti datang dengan sendirinya, tidak usah bersusah hati!”
pertanyaan bertubi yang kurasa tidak butuh jawaban dariku, buktinya kakakku tak memberikan aku kesempatan unutk menjawab, lagipula aku pikir benar juga dan jawaban dari semua itu cukup singkat saja
“ iya…” aku hanya mampu menunduk …andai dia tau apa yang telah terjadi pada adiknya ini. “ Tuhan jangan sampai aku menangis …” mata ini sudah mulai terasa panas, kuatkan hatiku , Tuhan.
“ sambil jalan, sebagian gajimu bisa dipakai untuk kredit motor. … bukankah gaji leader lumayan?! Kalau kamu niat nanti kakak Bantu”
kebisuanpun melanda, kakakku berlalu setelah niat hatinya tersampaikan padaku, dan inilah aku coba membangun kembali puing kehancuran hatiku dengan segala kemunafikanku seolah masih suci terjaga dari keangguhan diriku selama ini. Dan kali ini kuharap tak ada yang mengganggu aku ingin menjadi anak yang baik, bagiku kalau baik ya berarti baik sekali dan kalau jahat berarti kejam sekalian.
Lamunanku terbuyarkan setengah jam sudah berkendaraan, perempatan jalan itu mulai terlihat ramai, slalu ramai lebih-lebih pusat perbelanjaan yang megah sudah berdiri . keramain yang semu dimana setiap orang terhinggapi keegoannya.
“ sial, kemana itu orang….jangan-jangan aku dikerjain”
“tiiiiin”
terdengan suara klakson motor, “ ayo naik, mau lihat ga komputernya lagi diperbaiki!”
‘”masa bodoh,lah hari ini aku shift dua jangan sampai telat!’
motor butut yang mengeluarkan suara keras tapi masih bisa jalan, tambah lagi dicarinya jalan yang rusak berat, bikin sakit pinggang.
“ orangnya baik ly…”
aku hanya mengernyitkan dahi belum kujawab sudah ada sambungannya
“ katanya udah mimpikan kamu, tapi sayang dia duda anak dua, ditinggal mati… kemarin si,… punya pacar tapi sudah bubaran , ga rugi deh orangnya ca…..kep ly!!!
‘” gimana, mau ga,… dia baru ditinggal sama pacarnya .”
kesal juga dengar omongan temanku ini, kalau bukan karena komputerku ada sama dia aku pasti loncat turun detik itu juga, yang benar saja baru sedetik yang lalu aku ikrar pada diriku ‘ no man no cry” sekarang aku sudah disodorkan yang lain lagi.
Sebenarnya yang bawa motor ini bukan alsli kenalanku, namanya supri dia pacar asistenku, dan aku sering bicara banyak hal dengan asistenku itu, sebut saja Ena.
Ena tau persis apa yang terjadi dengan diriku dan aku tau dia ingin aku melupakan semua, dengan memulai yang baru baginya masih banyak kesempatan terbuka untukku bila aku mau membuka diri cinta dan sayang tak sebatas kesuciaan saja masih ada hal lain yang akan menguatkan hubungan dua manusia, yang penting terbuka disaat akan menerima yang baru, jadi tidaknya tinggal Tuhan yang menentukan setidaknya kita awali hubungan itu dengan kejujuran.
“ sudah diam,..ena mana?”
“ ada, disana….lagi nunggu juga. Siapa tau jadi…!
“ apanya yang jadi, Oo…komputernya ya!”
“ bukan….orangnya”
“ada yang aneh” . pikirku “ kenapa dari tadi bicaranya itu- itu saja”
dari pertempatan kerumah yang dituju tidak lama, lima menitpun tidak.
“ kenapa banyak orang” tanyaku sambil mengernyitkan dahi.
“ ya..namanya juga tempat servis”…sambil berlalu mendahului aku berjalan.
Dua orang duduk dikursi, yang sepasang ada didalam dan satu lagi didepan pintu sambil tersenyum padaku.
“ mbak lily perkenalkan ini mas bengbeng”
ditujukkannya mataku pada orang yang dimaksud, tanpa ada rasa curiga salam tangan kusulurkan, dan disambutnya.
“ bengbeng!!”
“ lily” aku berlalu begitu saja “ masa bodoh apa yang dipikirkannya tentang aku”
“ masuk kita bicara didalam,”
dibiarkannya aku berjalan lebih dulu memasuki tempat kos yang merangkap sebagai tempat servis computer.
Dipojok ruangan yang luasnya tiga kali tiga meter itu terdapat sebuah computer dalam kodisi tidak dihidupkan. Selang beberapa saat siempunya duduk didepannya lalu dinyalakan tanpa basa basi, disediakannya satu tempa untukku duduk tepat didepan sipemilik.
“ sebelumnya, saya mau tau dulu sejauh mana mbak lily tau mengenai tentang computer?” siempunya suara diam menungggu jawaban dariku pastinya.
“ sedikit…., niatnya cuma ingin punya saja tapi ga bisa pakenya, ya lumayan buat modal kuliah,…”
suasana yang kaku semua orang terasa memandangiku, aku merasakan ada ynag aneh dengan situasi ini, semuanya berjalan dengan kepura-puraan, mengapa matanya slalu berusaha mancari mataku, aku benci keadaan ini seolah aku mangsa yang siap saji.
“ tidak mungkin…. mbak lily kan anak kuliahan,”
“sudah jangan panggil mbak terus, panggil lily saja. Lagipula saya paling males berpura-pura. Kalau ga bisa ya berarti ga bisa!”
kali ini mataku tertangkap oleh matanya cepat kualihkan kearah lain, “Uuh…. Aku benar-benar benci keadaan ini”
aku marah, dia belum tau, aku paling tidak suka berbohong apa lagi kalau bicara kemampuan diriku yang nol ini.
“hey… jangan bahas yang itu terus, gimana ni selanjutnya”
suara supri ikut menimpali keadaan yang tadi tercipta, suara lainpun ikut menimpali kali ini ena yang bicara.
“ ly… mas beng ini orangnya baik, kemarin yang jadi pacarnya dibeliin apa aja,”
“ eit…ada yang aneh ni, kenapa sekarang bahasannya malah yang empunya tempat” bathinku.
“ tapi emang si… statusnya bukan bujang, Tanya aja langsung!”
aku diam membaca situasi apa yang sedang berlangsung sebenarnya, naga=-naganya bakal ada perjodohan “ sial ….kana jadi begini”
“Ehm…. Iya mbak, semenjak kepergian ibunya anak-anak saya mulai semua sendiri lagi”
kali ini mata kami saling bertatapan, ada rasa duka disana satu kelelahan jiwapun dapat kutangkap dari sorot matanya, hatiku melunak niatnya kau mau marah kalau ia masih meragukan kalau sebenarnya aku memang gaptek.
“maaf saya tidak tau. ..”
“ ya sudah computer mbak lily besok saya betulkan Cuma rusak di harddisk ko, karena ga punya stock jadi besok saya belikan dulu”
“ ya …kalau begitu atur saja”
Suasana sudah mulai cair tapi slalu kuhindari bertemu mata dengannya, aku tak mau luluhkan hati ini, tapi mengapa hatiku dapat melihat dia dari tempatku terduduk.
Kuperhatikan ada satu orang lagi tapi dia pendiam lebih muda jauh beberapa tahun darinya sejak awal kedatanganku dia hanya diam namanya piqwar dipanggil ipiq.
Kulirik jam dinding yang bertengger, sudah dua jam aku disini aku harus pulang sekarang kalau dihitung sampai tempat kos aku hanya bisa ganti seragam istirahat terlewatkan lagi.
“ Ena , aku mau pulang sudah waktunya kerja, hari ini kita shift dua”
“ ok, bos”
“ pokoknya…. intinya sudah sepakat nih, kita sukses” supri menimpali “ iyakan, beng…”
orang gila apa yang dia bicarakan.

Sepanjang hari itu aku gelisah, mengapa hati ini melihatnya apa yang sedang kualamii lagi, begitu lemahkah diri ini.
“ nanya terus,.. penasaran ya”
“ sudah pokoknya dia itu duda anak dua, bereskan… mau ga.?”
“apa sih cuma Tanya aja ko”
“ bos kalau mau besok kita kesana lagi, siapa tau komputernya dah beres.”
Debaran………..kurasakan kembali debaran dijantungku, rasanya selama ini aku tidak yakin apakah hari-hari lalu jantungku berdetak seperti saat ini. “besok…..aku besok bertemu lagi, …..”
“ tidakkk!! Jangan yang kedua kalinya Tuhan aku ini kotor aku tidak mungkin bisa bersama yang lain, aku tak ingin orang lain hanya mendapat sisa dari diriku,…”
“ aku hina “
sisa malam kulalui dengan penuh sesak didada, hinaan demi hinaan atas diriku sendiri slalu ku lontarkan betapa aku benci kelemahan ini, ataukah dia yang diutus untuk diriku.
Terlelap karena lelah yang mendera pagi hari kujelang dengan kegalau yang melanda.
Kumantapkan niatku hanya untuk menjemput komputerku yang rusak tak boleh ada terselip perasaan lain.

Tak’kan kubiarkan ia berada didekatmu…
Tak ada lagi ia yang pernah mengisi hidupmu……
Hati dan jiwamu adalah milikku…..
Biarkan aku bertemankan iblis jika itu syarat mutlak mendapatkan dirimu disisiku.

fin........

Akhir 2007
Ren Fujita


5 comments:

Ani said...

Lily seharusnya percaya, sekotor atau sehina apapun dia, toh dia sudah berniat untuk bertobat dan suatu saat akan ada yang bisa menerima dia, apa adanya.

cahgoblog said...

keren mas tulisan mamanya gagas hiii salut oi, bikin aja blog sendiri buat mamanya gagas

ichal said...

wah, bisa-bisa gw beralih kesini buat baca cerpen bunda gagah!!!

wah sayang banget bro, knp gak dikirim ke media!

nyang pny blog said...

maksh.. bang ichal.. msh belajar bang... sekali lg makasih.. do'akan semoga impian mamah gagah jd penulis terwujud....

Sani said...

Halo .. Gimana kabarnya bang ?
Itu shoutbox kok belom diganti2 ?
Adsensenya udah ok?