August 14, 2007 | By: BangDhika

Renungan / Aku Endonesia


Pernyataan Bung Karno tentang kemerdekaan
Aku Endonesia 2
Jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dahulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita mencapai political independence, saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia merdeka! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Soviet-Rusia merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Soviet-Rusia satu per satu.
Sumber: Soekarno, Pidato di BPUPKI, 1 Juni 1945

Aku Endonesia...tapi sampai detik ini aku masih menjadi tahanan, masih dijajah masih di budakkan, masih terikat dan belum merdekaa...

Memang bukan oleh mereka yang di sebut penjajah atau pun mereka yang aku panggil tuan, yang lebih parah lagi penjajah yang menjajahku ini tak lain adalah diriku sendiri, hatiku sendiri...
Sedangkan bung Karno sendiri sudah bilang untuk merdeka harus dimulai didalam hatinya dulu karena di dalam Endonesia merdeka itulah hati kita dinyatakan merdeka tapi kenyataannya detik ini aku masih dijajah bergelut dengan hatiku sendiri apa yang akan aku hadapi dihari nanti kebaikankah atau kemalangan-kemalangan lain dengan judul yang berbeda.
Aku Endonesia tapi aku belum merdeka, hari ini aku dipusingkan dengan dengan penolakan lamaran pekerjaanku, di waktu kemarin aku di pusingkan kehabisan ongkos yang sudah aku perkirakan pas ternyata tarif angkutan sudah naik dihari yang lalupun aku dipusingkan oleh perutku sendiri yang tadinya bisa makan tiga kali sehari malah menjadi sekali dan hari ini pun aku tidak tau laah.. akan menemukan apa tapi yang jelas dihari besok aku akan di pusingkan dengan segala kebutuhan yang baru, sudah barang tentu akan sulit di dapat. Kenyataan ini sudah membuktikan kalau aku belum merdeka lihat saja aku masih terkukung oleh hatiku yang menuntut ini dan itu karena situasi yang tidak jelas, lalu dimana kemerdekaan hati yang menjadi awal dari kemerdekaan Endonesia.
Kemerdekaan dulu tercipta karena adanya satu rasa, terbelenggunya hati dan setiap hati itu bersatu, bergerak dan menyatakan untuk merdeka. Sekarang kita malah dijajah kembali dan penjajah itu tak lain hati kita, berapa banyak orang mengorbankan saudaranya sendiri demi kepentingannya, berapa banyak nyawa yang dikorbankan hanya demi satu orang saja bukankah ini juga merupakan satu bentuk penjajahan..???
Lalu di mana kemerdekaan..???
Kemerdekaan hati yang dijanjikan dulu...
Momen yang mana untuk kita merayakan kemerdekaan jika setiap orang masih terbelenggu oleh hati mereka sendiri...
Mana rasa penghargaan kita sebagai bangsa yang merdeka pada para veteran dan para pejuang yang kini masih bertahan hidup adakah kita sudah memerdekakan hati mereka...
Sobat renungkanlah hakikat kemerdekaan itu apa...???
Coretan ini tak lain dan tak bukan hanya sebagai pernyataan diri kalau kita belum merdeka… dan ini hanya coretan-coretan yang mungkin tidak berarti hanya sebatas coretan jalanan dari kaum marginal...

7 comments:

Joell de Franco said...

Pernyataan bung Karno itu saya rasa masih pas buat nggambarin keadaan Indonesia sekarang, kita belom merdeka bung!!!kita masih di jajah...thx udah mampir ke blog saya, tukeran link?

Laksono said...

MERDEKA...

* dengan suara lirih*

Bul said...

Merdeka!!,

Link nya udah saya tambahkan :)

Vina Revi said...

ternyata dulu dieja Endonesia, ya? pantes keterusan sampe sekarang! dan selalu kaget setiap anakku yang baru berumur 4th selalu menyebut Indonesia tanpa 'E' ... :)

achi said...

jadikan diri sendiri "Merdeka"!!

lita uditomo said...

jadi mikir utk ngajarin makna 'kemerdekaan' utk anak2..

mereka taunya 17 agustus itu pokoknya acara lomba2..;)

Ani said...

he..he..Aku juga baru tahu kalau dulunya tuh Endonesia, aku cuma ingat, guruku selalu ngajarin , pokoknya harus I ya, Indonesia, nggak boleh Endonesia.