August 07, 2007 | By: BangDhika

oH mY sON.......


Sobat.... memiliki anak yang patuh dan menurut pada kita sebagai orang tuanya merupakan impian terbesar para orang tua, tapi kebanyakkan apa yang diharapkan berbeda dengan apa yang direncanakan sering anak yang kita sayangi berubah melawan arah dan terkesan menentang semua yang kita ajarkan atau kita coba berikan. Hal ini bisa terjadi mungkin dari kurangnya waktu kebersamaan kita dengan anak, karena sibuknya kita dengan segala aktivitas akhirnya tanpa disadari melahirkan satu jurang pemisah antara kita dan anak kita sendiri. Lalu bagaimana kita atasi masalah yang timbul sekarang ini sebab apabila dibiarkan ini akan menjadi bom waktu dalam keluarga kita, akan timbul satu keegoan diantara anggota keluarga itu sendiri. Bisa tercipta kesendirian, bukankah sendiri sangat menyakitkan seolah tak ada lagi perhatian, kasih sayang dan cinta dalam menjalani hidup. Anakpun merasakan betapa sulitnya mendapatkan waktu sedikit saja dari orang tuanya untuk merasakan kasih sayang yang biasa ia rasakan sedari ia kecil dulu dan ia membutuhkan satu sosok pribadi yang bisa dijadikan panutan dalam pencarian jati dirinya......

Rasa ketidak nyamanan anak dapat dilihat dari penolakan-penolakan yang ia tunjukkan pada kita disaat kita sebagai orangtuanya meminta melakukan suatu hal, biasanya ada saja alasan yang ia buat dan semua ia lakukan untuk mencari perhatian dari kita dan sebagai pemenuhan dari segala pertanyaan yang dimilikinya . Anak selalu memiliki hal-hal baru yang ingin dibagi dengan orangtuanya ia ingin menunjukakan bahwa ia dapat diandalkan. Lalu mengapa banyak terjadi anak yang menentang orang tuanya sendiri dan mulai menjauh serta mulai menutup diri terhadap orang tuanya, setiap ada permasalahan selalu coba dipecahkan sendiri sedangkan kita para orang tua ingin adanya satu hubungan yang harmonis dengan anak kita tapi bagaimana mungkin itu terjadi bila komunikasi hanya terjadi satu arah setiap kali kita bertanya anak tak pernah merespon bahkan terkadang labih memilih diam. Jika hal ini didiamkan maka tak ayal lagi hubungan antara anak dan orang tua bisa terputus, bagaimana kita atasi masalah ini????... mulai saat ini kita yang menjadi orang tua harus mau berubah dan mengalah terhadap kemauan anak dan dengarkan setiap keluh kesah yang ia utarakan tanpa ada sedikitun rasa marah dalam diri kita, cobalah ajak bicara anak kita empat mata ajukkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menyinggung anak misalkan tanyakan mengapa ia berubah jadi pendiam tanyakan apakah ada yang salah dengan diri kita sebagai orang tua, lakukan secara halus dan kita harus siapkan diri kita, buang segala amarah, buka hati kita terima setiap kata dari anak kita biarkan ia mengeluarkan isi hatinya sebab dari salahlah kita akan memperbaiki hubungan kita dengan anak. Biasakan kita gunakan kalimat tanya untuk setiap apa yang dilakukan anak jangan kita gunakan kata- kata yang mengundang kalimat perintah apalagi larangan , didik anak kita dengan pertanyaan-pertanyaan misalkan ketika anak melakukan kesalahan tanya dengan perlahan mengapa ia melakukan itu apa yang salah dan sekali lagi tanpa emosi jadilah orang tua yang bijak dan dapat memahami perasaan anak.....
Sobat coretan ini adalah ungkapan hati ane sebagai salah satu orang tua yang mencoba bertanggung jawab terhadap anak-anaknya...... bersambung


2 comments:

NN said...

assalamualaikum , kenapa ya setiap membaca tulisan anda seakan kita disadarkan akan sebuah nilai kemanusiaan :) bagussssssssssss tulisannya , tetap menulis ya

BangDhika said...

wa alaikum salam, makasih ya bang... atas motifasinya... ane mencoba untuk menyadar diri ane sendiri bang... masalahnya ane selama ini kurang peduli jangankan ma msyarakt sekitar sama diri ane sendiri ane ga peduli.. semenjak pernikahan ane tahun 2005 yg lalu dengan bantuan istri sedikit demi sedikit ane coba robah cara pandang ane... ane coba membuka diri.. untuk menerima kritik saran demi kebaikan ane ma keluarga ane...