August 08, 2007 | By: BangDhika

oH mY sOn 2


Sobat meneruskan tentang anak lanjutan yang kemarin..... mariii...
Perbaikilah hubungan kita dengan anak, ubah cara komunikasi kita dengan menerapkan pendidikan bertanya bukan perintah karena dengan bertanya secara tidak langsung ia dituntut untuk menjawab pertanyaan yang telah kita ajukkan dan biasanya secara tidak langsung pula pertanyaan yang kita ajukkan akan membuat anak kita mengeluarkan isi hatinya,.. apa yang selama ini jadi inti permasalah yang membuat ia melakukan banyak penolakan bisa kita ketahui, pastinya anak akan selalu menyalahkan kita para orang tuanya mulai dari kurang perhatian, terlalu sibuk, sudah tidak sayang lagi bahkan mungkin sampai pada perkataan ia merasa tidak dikehendaki selama ini, sewaktu kita mendengarkan setiap keluh kesah anak, harus diingat buang semua emosi, stop marah-marah dengarkan dengan penuh kesabaran karena itulah fakta yang sedang dihadapi anak kita jika menyikapinya dengan marah anak akan terdiam sebab disaat marah anak merasa terancam dan hubungan yang akan kita coba jalin akan terputus dan lebih sulit lagi memulainya kembali. Bila komunikasi dua arah sudah dapat dilakukan giliran kita ungkapkan semua perasaan kita apa yang sebenarnya kita lakukan, mengapa kita menjadi sibuk, mengapa kita jarang sekali memberikan perhatian pada mereka….tidak seperti waktu mereka kecil, ungkapkan semua permasalahan anda sebagai orang tua, lahirkan kesadaran pada anak bahwa menjadi orang tua itu tidak mudah,..bawa anak kita menuju perasaan kita dan biarkan ia ikut merasakan apa yang sebenarnya kita hadapi toh anak merupakan bagian dari anggota keluarga, dan harus diingat keluarga adalah team dimana biasanya yang namanya team tidak ada yang ditutup-tutupi bila sedang menghadapi suatu masalah..


Nah … bila sudah sampai pada pengungkapan isi hati, ajak anak kita dengan ungkapkan pertanyaan apa yang mesti kita lakukan untuk memperbaiki kondisi yang sudah terjadi ini bagaimana caranya supaya antara kita dan anak bisa memulai lagi satu hubungan yang baru dimana kita berjanji akan ada perbaikan untuk hari-hari nanti.
Kitapun bisa lebih dini mencegah anak agar tidak menjadi anak yang membangkang pada orangtuanya… pada dasarnya anak seperti kertas putih atau tanah liat dengan tinta yang bagaimana akan kita isi kertas tadi, tinta emaskah atau tinta biasa yang mudah luntur juga dengan bentuk dan rupa seperti apa yang akan kita tampilkan?.. semua bergantung pada kita para orangtuanya. Bila kita tidak ingin anak kita menjadi pembangkang jangan ajarkan anak kita untuk membalas memukul temannya bila ia dipukul sebab hal tersebut akan berakibat pada pembangkangan terhadap orangtuanya sendiri karena kita mengajarkan keburukkan dibalas dengan keburukkan. Berikan satu alasan mengapa ia tidak boleh balas memukul, ungkapkan dengan logika memukul orang lain berarti menyakiti orang lain karena pada saat kita dipukul terasa sakit,. apa lagi orang lain yang akan kita pukul nantinya, munculkan rasa iba pada hati anak agar ia memiliki rasa kasihan pada orang lain. Kasus lain,… bila anak kita memiliki mainan ajarkan berbagi dengan temannya jangan biarkan ia menguasai sendiri mainannya karena sikap ini akan membuat ia memiliki satu sikap egois dan kelak ia kurang memiliki rasa berbagi terhadap orang lain serta kurang bisa merasakan hal-hal yang sensitif. Anak pada dasarnya takut dengan kita para orang tuanya maka kita harus pandai-pandai memanfatkan rasa takutnya menjadi sebuah rasa segan dan hormat pada orangtuanya hadapkan anak pada pilihan-pilihan yang mengharuskan ia memilih. Contoh kasus “ anak kita ingin membeli boneka disaat yang sama ia ingin membeli sepeda,… disini kita ajarkan ia untuk memilih boneka atau sepeda, dan pada saat kita melakukan penawaran berikan imbalan yang akan dia dapat pada setiap keputusan yang akan ia ambil,…bila memilih boneka ia bisa tidur dengan memeluk boneka yang halus atau bila ia memilih sepeda ia hanya biasa main disiang hari dan tidak bisa merasakan lembutnya boneka tadi” biarkan ia memilih karena kita telah menanamkan sikap disiplin pada dirinya dan menanamkan dalam dirinya hidup ini suatu pilihan juga nantinya disaat ia dewasa akan banyak pilihan-plihan yang akan ia temui. Jadi orangtua yang berhasil bisa dilihat dari sikap dan prilaku yang diperlihatkan anak pada lingkungannya baik itu lingkungan keluarga ataupun lingkungan masyarakat….marilah kita menjadi orangtua sekaligus sahabat bagi anak kita sendiri…. Terapkan pendidikan bertanya dalam keluarga !!!...
Selamat Mencoba.!
Ane ucapin terimakasih teruntuk "Ayah Edy dan Smart FM" yang telah memberi inspirasi buat ane untuk membuat coreta-coretan ini... dan untuk semua sahabat-sahabat ane di dunia lain ini maju terus hidupkan dunia blog dengan coretan-coretan yang bisa bermanfaat jauhi pornografi dan hal-hal negatif lainnya, jalin bersahabatan..... suceess buat semua.... see youuu......

5 comments:

Ani said...

Betul bang Dhika, menjadi orang tua bukanlah pekerjaan mudah, sbgmana kita tahu bahwa mendidik anak adalah amanah.
Perlu kerjasama yang baik antara suami & istri dlm segala hal yang berkaitan dengan anak.

Camiseta Personalizada said...

Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Se você quiser linkar meu blog no seu eu ficaria agradecido, até mais e sucesso.(If you speak English can see the version in English of the Camiseta Personalizada.If he will be possible add my blog in your blogroll I thankful, bye friend).

primaningrum said...

whuaaaaa teorinya mah begitoh! tapi coba deh 24 jam sendirian ngurus anak! silahkan rasakan gekmana jungkir baliknya esmosi jiwa.... blom lagi urusan rumah... blom lagi sang ayah pulang maunya full service juga!

BangDhika said...

he..he..he..he.... makasih bunda dah mo kasih comment... nah ntu masalah yg di alami para ibu... jgn terjebak dan terpancing keadaan... sabarrr.... lahan ibadah buat para ibu.... success ya bunda....

Vina Revi said...

yang penting usaha! hasilnya? boleh bangga ... :)