Showing posts with label Kreatifitas. Show all posts
Showing posts with label Kreatifitas. Show all posts
June 15, 2010 | By: BangDhika

Kreatifitas Dunia Kerja

Menurut para ahli, seseorang yang kreatif selalu melihat segala sesuatu dengan cara berbeda dan baru, dan biasanya tidak dilihat oleh orang lain. Orang yang kreatif, pada umumnya mengetahui permasalahan dengan sangat baik dan disiplin, biasanya dapat melakukan sesuatu yang menyimpang dari cara-cara tradisional.
Justify Full
Proses kreatifitas melibatkan adanya ide-ide baru, berguna, dan tidak terduga tetapi dapat diimplementasikan. Orang-orang kreatif adalah orang-orang yang berpihak kepada perubahan. Adapun pengertian kreatifitas itu sendiri adalah:

  • Kemamampuan seseorang untuk melihat dengan sudut pandang/perspektif baru.
  • Kemampuan seseorang untuk menemukan hubungan baru.
  • Kemampuan seseorang untuk membentuk kombinasi dari suatu/beberapa obyek, konsep, atau fenomena.

Orang-orang kreatif selalu berhadapan dengan orang-orang yang tidak senang terhadap perubahan. Oleh karena itu orang-orang yang kreatif biasanya distempel sebagai orang-orang agresif, obsesif dan lain-lain, yang mungkin sewaktu-waktu bisa menimbulkan anarkis, secara pikiran, mental maupun fisik.

Perusahaan-perusahaan yang memiliki orang-orang kreatif tidak akan menguntungkan secara finansial dalam jangka pendek. Hanya perusahaan visionerlah yang mampu menampung orang-orang kreatif ini bisa bekerja di dalamnya.

Indikator suatu perusahaan yang memelihara orang-orang kreatif, antara lain: Karyawan bekerja dengan nyaman dan menyenangkan tanpa tekanan, tidak ada karyawan yang bekerja secara ABS (asal bapak senang), hubungan kerja yang harmonis tanpa office politic yang mengarah kepada friksi antar kelompok kerja dan lain-lain. Jika perusahaan menginginkan adanya peningkatan kualitas kinerja, baik secara individu maupun secara organisasi, maka mau tidak mau atau suka tidak suka, harus melalui tahap ini, yaitu : membangun kreatifitas mereka.

  • Menurut para pakar HRD, Secara umum tahapan kreatifitas dapat dibagi dalam empat tahap: Exploring, Inventing, Choosing dan Implementing.

- Exploring
Pada tahap ini pekerja atau karyawan, mulai mampu mengidentifikasi hal-hal apa saja yang ingin dilakukan dalam kondisi yang ada saat ini. Sekali mereka mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut, maka proses kreatifitas sudah dimulai. Hal penting yang harus diperhatikan pada saat ini adalah menciptakan iklim yang menunjang proses berpikir kreatif. Kalau tidak, maka orang-orang seperti ini biasa menjadi kritikus kelas kakap.

- Inventing
Pada tahap ini, karyawan yang sudah menemukan identitas dirinya, akan melihat atau mereview dan mencari berbagai alat, teknik dan metode atau bahasa sederhananya ‘cara’ yang telah dimiliki, yang mungkin dapat membantu dalam menghilangkan cara berpikir dan bertindak yang traditional. Pada tahap ini karyawan sudah mulai menjadi penganut aliran perubahan. the life is change, change in progress.

- Choosing
Pada tahap ini, karyawan selain sudah mengiden-tifikasi dirinya dan memilih ide-ide yang paling mungkin untuk dilaksanakan, mereka juga mampu mengubah lingkungannya. Bahayanya, kalau lingkungan kerjanya tidak mendukung aliran yang dianutnya, ia bakal memiliki profesi provokator ulung.

- Implementing
Tahap akhir karyawan atau pekerja dapat disebut kreatif adalah bagaimana membuat ide-idenya ini segera dapat diimplementasikan. Jika ide-ide ini tidak tersalurkan dengan baik, maka mereka akan menjadi kutu loncat (kenalnya waktu di kampung), alias pindah kerja dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain.

Pakar-pakar HRD itu juga menegaskan, keempat tahapan ini pasti dilalui oleh seorang kreator atau orang-orang yang disebut kreatif (orang-orang kreatif yang baca tulisan ini pasti manggut-manggut). Menurut Charles Prather, dalam bukunya Blueprint for Innovation, gaya atau model kreatifitas seseorang bersifat menetap. Prather membagi dua gaya kreatifitas:

1. Adaptive Problem Solving.
Orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja, cenderung menggunakan kreatifitas untuk menyempurnakan system tempat mereka bekerja. Hal-hal yang terlihat pada orang yang memiliki gaya ini adalah mereka akan berusaha sekuat pikiran dan tindakannya untuk membuat system menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah dan efisien. Apa yang mereka lakukan akan dapat dilihat hasilnya secara cepat.

2. Innovative Problem Solving.
Orang-orang yang memiliki gaya ini dalam bekerja cenderung untuk menantang dan mengubah sistem yang sudah ada. Mereka dapat disebut sebagai “agent of change” karena lebih memfokuskan pada penemuan sistem baru daripada menyempurnakan yang sudah ada.

Dalam suatu perusahaan mereka dapat dilihat pada bagian-bagian yang melakukan riset, penciptaan produk baru, mengantisipasi kebutuhan pelanggan tanpa diminta dan orang-orang yang menjaga kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang. Oleh karena itu, niat untuk membangun kreatifitas di tempat kerja lahir dari seorang pemimpin yang visoner, bukan pemimpin yang hanya memiliki kepentingan sesaat.

Sumber Artikel www.kabarindonesia.com
June 14, 2010 | By: BangDhika

Jadikan Dirimu Kreatif


Kreativitas bukanlah hanya untuk artis-artis saja (kalau Ariel Peterpan sama Luna maya terlalu kreatif.. heheheheheee.. jangan di tiru). Ia menjadi sebagai batu loncatan untuk kesuksesan seseorang dalam segala bidang. Mereka yang tahu bagaimana menggunakan fikiran kreatif dalam menyelesaikan sesuatu masalah akan menjadi seorang yang paling cemerlang dalam karier, membina banyak bisnis yang menguntungkan dan sukses menarik banyak kawan-kawan yang bijak pandai.
Setiap orang mempunyai daya kreativitas yang tersendiri. Malangnya, mereka tidak belajar bagaimana cara untuk menggunakannya. Daya kreativitas tersebut tersimpan didalam fikiran mereka, tidak digunakan setiap hari. Laporan ini membongkar rahasia bagaimana untuk menjadi seorang yang kreatif dan sukses!

Kebijaksanaan : Bagaimana Menggunakannya??

“OH iya, kenapa aku tidak terfikir seperti itu?”
Bukankah itu yang selalu anda katakan apabila seseorang telah mendapat jawaban kepada masalah yang agak rumit? Apabila masalah seperti tidak bisa diselesaikan macam biasa, orang kreatif tidak ragu-ragu untuk memikirkan dengan cara pendekatan yang berbeda.
Contohnya ialah Ulyssess S. Grant. Abraham Lincoln, presiden USA suka bercerita tentang Grant, semasa zaman kanak-kanaknya suka menggunakan akalnya untuk mengalahkan anak lembu yang tidak suka ditunggani siapapun. Anak lembu tersebut sangat keras kepala sehingga ia telah dibeli oleh seorang pemain sirkus, yang menawarkan uang kepada siapa saja yang berhasil menungganginya pada waktu yang ditetapkan.
Grant melihat beberapa anak muda yang lebih tua daripadanya dilempar keatas tanah oleh anak lembu tersebut apabila mereka mencoba menunggangnya. Dia mencoba menaiki badan anak lembu itu dan berhasil bertahan beberapa waktu tetapi akhirnya terjatuh juga. Kemudian, beliau menggunakan kebijaksaannya. Selepas mendapat izin untuk mencoba lagi, kali ini beliau akan menyelesaikan masalah ini daripada sudut yang lain.
Daripada menunggung seperti biasa, dia melompat keatas badan lembu itu dengan terbalik, yaitu memandang kearah ekor dan bukannya kepala. Budak itu mencengkram perut anak lembu itu dengan kakinya dan memegang ekor lembu tersebut dengan kedua tangannya. Walau bagaimana pun cara lembu itu mengoncang dan menghentak, ia tetap tidak dapat menjatuhkan budak itu. Anak lembu itu berhasil dikalahkan dan Ulysses S. Grant dan memenangi hadiah. Setelah besar, Grant memasuki tentara dan mengetuai batalyon serta memenangi perang saudara.
Daripada pengalaman Grant ini telah memberi dua kegunaan penting tentang kreativitas;

Mencari jawaban yang pelik untuk satu masalah yang rumit.
Mencetuskan konsep baru.

Next Post soon......