November 24, 2007 | By: BangDhika

PENYAKIT KEGAGALAN


Sobat, kita lanjut pembahasan kita tentang keberhasilan dalam mengarungi kehidupan ini jika coretan saya yang lalu saya lebih menitik beratkan pada bagaimana meraih keberhasilan ( maaf ini dari sudut pandang saya saja ), nah coretan saya kali ini akan mencoba membahas tentang hal-hal apa saja yang mempengaruhi dalam meraih keberhasilan…

Oh ya… sobat coretan – coretan yang ada disini mungkin tidak menyinggung tentang segala sesuatu yang bersifat agama (semisal tentang iman, ayat-ayat tuhan, atau filosofi-filosofi normatife dan lainya) ini semua saya buat berdasarkan segala sesuatu yang saya dengar, saya baca dan yang saya rasa selama ini, bukan berarti tidak mau untuk mengaitkan dengan ayat-ayat tuhan atau petunjuk-petunjuk tuhan di karenakan saya ingin mencoba, inilah semua yang saya dapatkan dari pengalaman-pengalaman yang saya jalani selama ini.

Oke deh.. tidak terlalu banyak berbasa-basi intinya saya ingin berhasil untuk mengalahkan pola pikir saya yang selalu beralasan dan berdalih menerima apa adanya tentang kehidupan.

Sobat, pelajarilah manusia sementara sobat berpikir untuk berhasil, pelajarilah mereka secara sangat cermat untuk menemukan mengapa mereka berhasil, dan kemudian terapkan prinsip penghasil sukses pada kehidupan sobat sendiri.

Mulailah segera, perdalam studi sobat mengenai manusia, dan sobat akan menemukan bahwa orang yang tidak sukses menderita penyakit pikiran, kita sebut saja penyakit ini dengan penyakit dalih (excusitis), atau penyakit kegagalan. Setiap manusia mungkin pernah mengidap penyakit ini dan setiap orang yang gagal mengidap penyakit ini dalam tahap lebih lanjut.

Orang yang tidak mempunyai rencana dalam hidupnya atau orang yang tidak mempunyai rencana untuk tiba di suatu tempat selalu mempunyai setumpuk dalih untuk menjelaskan Mengapa??.. berbagai dalih atau alasan di ungkapkan untuk membenarkan kegagalannya dalam hidup ini. Itu tidak benar sobat… kita sembunyi dari realita kehidupan yang sebenarya itu semua hanya untuk mengelabuhi diri sendiri misalnya ..

>>>>Tentang kesehatan

Kesehatan ini selalu di jadikan kambing hitam manakala seseorang mengalami kegagalan, semakin sobat berbicara mengenai suatu penyakit, bahkan mungkin Cuma masuk angin, semakin buruk tampaknya penyakit itu,

Sobat…, pernah saya alami ketika itu saya menderita penyakit paru-paru, dan kata dokter saya harus banyak2 istirahat kurangi aktifitas yang melelahkan karena untuk penyembuhan penyakit paru-paru akan memakan waktu lama, selang beberapa bulan kemudian penyakit yang saya derita tidak kunjung sembuh bahkan semakin parah, karena saya terlalu khawatir kalau-kalau akan kambuh lagi sementara kebutuhan hidup semakin hari semakin bertambah, suatu hari saya bertemu dengan teman, teman saya tersebut juga dulunya mempunyai penyakit yang sama tapi pada saat bertemu dengan saya teman saya itu sudah pulih dan sangat sehat sekali…. Saya bertanya apa resepnya agar penyakit saya ini dapat sembuh seperti anda, dia menjawab “lupakan penyakit itu…” pikirkan masa depan buat rencana hidupmu bahagia di kemudian hari, lawan rasa sakitmu dengan semangat, jangan biarkan pikiran kita mengikuti rasa sakit itu… “

VAKSIN untuk menyembuhkannya :

1. Jangan berbicara tentang kesehatan sobat

2. Jangan khawatir tentang kesehatan sobat

3. Bersyukur secara tulus bahwa kesehatan sobat baik sebagaimana adanya

>>>>Tentang Pendidikan

Pendidikan juga sering di jadikan alasan buat orang yang gagal, padahal sudah banyak contoh orang yang berhasil dan sukses bukan dari dia pernah sekolah diluar negeri atau pernah kuliah menyandang gelar sarjana bahkan lulus sekolah dasar pun tidak, mereka berbekal kepercayaan dan keyakinan untuk sukses, mereka tidak pernah merasa minder bertemu dengan orang-orang yang lebih tinggi pendidikannya, mereka punya sikap optimistis untuk berhasil…. Begitu pun kita, walau pun pendidikan kita mungkin hanya biasa2 saja itu tidak menjadi halangan kita untuk maju dan berhasil bahkan kita harus bersyukur kalau kita mungkin bisa merasakan duduk di bangku sekolah, yang jelas jangan pernah merasa kalau kita itu rendah, kita sederajat dengan mereka kita sama dengan mereka kita juga punya hak untuk berhasil untuk menjadi orang sukses….
Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang di jadikan dalih atau alasan orang yang gagal, yang intinya seperti semua penyakit, penyakit dalih atau penyakit kegagalan menjadi semakin buruk jika tidak segera di obati dengan tepat dan segera, korban dari penyakit pikiran ini megalami proses mental berikut: “saya tidak bekerja sebaik yang seharusnya, apa yang dapat saya gunakan sebagai alibi yang akan membantu saya agar tidak kehilangan muka (malu)? Coba kita lihat, kesehatan yang buruk?, Kurangnya pendidikan?, Terlalu tua?, terlalu muda?, nasib buruk?, kesialan pribadi?, anak dan istri?, cara keluarga membesarkan saya.. segera sesudah korban penyakit kegagalan itu memilih dalihnya yang “bagus”, ia hidup dengn dalih tersebut, kemudian ia mengandalkan dalih tersebut untuk menjelaskan kepada dirinya sendiri dan orang lain mengapa ia tidak maju-maju…….

Mohon maaf buat sobat-sobat, bukan bermaksud menggurui ini semata-mata hanya tulisan ringan semoga ini dapat bermanfaat khususnya buat saya sendiri dan buat sobat tentunya…. Salam.





November 20, 2007 | By: BangDhika

KEPERCAYAAN MEMBUAHKAN KEBERHASILAN


Sobat, jauh dalam hati kita semua mungkin menginginkan keberhasilan dalam mengarungi kehidupan ini dan juga menjadi dambaan setiap diri tentunya. Lelah kita menjadi orang yang tidak memiliki kemampuan atau sesuatu yang bisa di banggakan (bangga bukan berarti kita menyombongkan diri, memamerkan), tetapi kita punya sesuatu untuk menjadi pegangan sehingga kita tidak merasa rendah diri, minder ketika kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki kemampuan, memiliki harta berlimpah, memiliki segalanya.
Kita sebenarnya punya hak untuk berhasil, kita sebenarnya punya hak untuk setara dengan mereka, kita sebenarnya punya hak untuk maju, kita sebenarnya punya hak untuk hidup berkecukupan dan masih banyak lagi yang harus kita nikmati dalam kehidupan ini.
Keberhasilan, kesuksesan, hidup berkecukupan bukan hanya milik segelintir orang yang memang dari bapak-bapak mereka sudah di persiapkan (sangat beruntung…) tapi buat kita yang memang dari kecil mungkin orang tua kita terlalu sibuk sehingga mereka lupa dan belum sempat memberikan bekal pada kita….. (jangan berkecil hati…).
Sobat, alangkah nikmatnya jika keberhasilan itu hasil dari jerih payah kita sendiri, usaha kita, keringat kita sendiri. Setiap manusia pasti menginginkan keberhasilan, setiap orang menginginkan yang terbaik dari hidup ini, tak seorangpun senang dengan kemiskinan atau hidup dalam keadaan pas-pasan, dan tak seorangpun senang di permainkan.
Sobat, keberhasilan berarti banyak hal yang mengagumkan dan positif tentunya, keberhasilan berarti kesejahteraan pribadi, jaminan untuk anak istri bagi ynag sudah berkeluarga, keberhasilan juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan di segani oleh rekan bisnis, dan popular di kalangan teman, keberhasilan juga berarti kebebasan, bebas dari rasa kekhawatiran, ketakutan, frustasi dan kegagalan.
Keberhasilan yang paling essensial adalah rasa hormat kepada diri sendiri, terus menerus mendapatkan kebahagiaan yang riil dan kepuasan hidup ini, mampu mengerjakan lebih banyak bagi yang bergantung pada kita.

>>>>> KEBERHASILAN BERARTI MENANG <<<<< >>> KEBERHASILAN – PRESTASI – ADALAH TUJUAN HIDUP <<<<


Sobat, dalam memperoleh keberhasilan sebagai modal awal yang harus kita miliki adalah kepercayaan dan perlu di ketahui bahwa kepercayaan itu memiliki power (kekuatan) yang sangat luar biasa untuk mengubah kehidupan kita dari biasa menjadi luar biasa.
Kepercayaan bekerja sebagai berikut, kepercayaan, sikap “Saya – Positif – Dapat”. Membangkitkan kekuatan, keterampilan dan energi yang di perlukan untuk berhasil jika sobat percaya “Saya – Dapat – Melakukannya” dan benar-benar percaya maka ”Bagaimana melakukannya” pun akan dengan sendirinya berkembang secara otomatis.
Sobat, sebagai contoh ada dua kelompok pemuda yang punya orientasi yang sama hanya saja ada sedikit perbedaan dalam menyikapi hidup….

>> Kelompok pertama :

Pemuda yang sangat berbakat dan berpotensi serta memiliki segala sarana dan prasarana sehingga mereka dengan leluasa bisa mewujudkan keinginan-keinginannya. Hanya saja mereka memiliki jiwa yang pesimis untuk menjalani kehidupan mereka tidak terlatih sejak dini karena fasilitas yang selalu tersedia manakala mereka membutuhkannya.

>> Kelompok Kedua :

Pemuda yang hidup dalam kesederhanaan tapi memiliki jiwa dan semangat untuk hidup karena mereka sudah terlatih hidup dalam kesederhanaan dan keprihatinan serta hidup dalam kondisi yang serba pas-pasan. Sehingga mereka memiliki kekuatan untuk maju dan berhasil di kemudian hari.

Dari kelompok pertama mereka tidak memiliki kepercayaan yang diperlukan untuk mencapai puncak. Percaya bahwa tidak mungkin untuk mendaki tinggi, merekapun tidak menemukan anak tangga yang menuju ketempat tertinggi, sikap mereka adalah sikap orang “kebanyakan”.
Sedangkan kelompok kedua mereka benar-benar percaya bahwa mereka akan berhasil. Mereka mendekati pekerjaan dengan sikap”Saya akan mencapai puncak”. Dan dengan kepercayaan besar, merekapun mencapai puncak. Percaya bahwa mereka akan berhasil.
Saya yakin bahwa sobat salah satu dari mereka yang ingin berhasil karena kalau tidak maka sobat kemungkinan besar tidak membaca sampai disini….
Sobat masuklah kepintu menuju keberhasilan, keberhasilan masih terbuka lebar. Catatlah bahwa sobat akan bergabung dengan kelompok pilihan yang akan mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini.
Inilah langkah pertama menuju keberhasilan, inilah langkah dasar langkah ini tidak dapat di hindari >>>>. LANGKAH SATU :

“PERCAYALAH PADA DIRI SENDIRI”

“PERCAYALAH SOBAT DAPAT BERHASIL”

November 19, 2007 | By: BangDhika

Ganti baju >>>



haloo... semua...
Sobat, hari ini ane mohon maaf jika sobat mampir di blog ane merasa kurang nyaman karena adanya perubahan-perubahan dari pewarnaan, tata letak menu baik Shoutbox maupun yang lainnya di karena ane sudah agak mulai bosan dengan tampilan blue yang selama ini menemani ane di dunia laen ini... semoga juga dengan tampilan yang baru ini dapat memberikan inspirsi kepada ane agar dapat membuat postingan yang bermanfaat buat diri ane dan buat sahabat semua, juga buat rekan yang ingin membaca tulisan mamah gagah lusa pindah alamat di sini
bagi sobat yang mampir ane harapkan kritik saran dan supportnya agar ane bisa tetep istiqomah buat ngeblog...... dan selalu menemukan inspirasi-inspirasi baru buat di posting.........
salam buat semua.... "SEMANGAT" itu mungkin yang menemani ane selama ini semoga juga buat sahabat-sahabat semua terus semangat untuk menyuarakan inspirasi kita di dalam blog.....
oh ya.. berhubung ada perubahan dan editing template jika ada Link-link sahabat yang belum di salin mohon konfirmasinya... agar memudahkan ane buat memasangnya kembali.... terimakasih...
November 15, 2007 | By: BangDhika
>>> TRUE LOVE <<<


Ada yang bilang kalau kita terkena tetesan pertama air hujan tepat dihidung kita maka kelak kita akan menemukan cinta sejati yang kita cari, benarkah itu?........


Kenalkan, namaku Ren…. aku suka sekali dengan hujan, apalagi hujan gerimis terlebih bila diiringi desiran angin yang lembut, terlihat indah layaknya sebuah tirai yang tersibakkan angin. Tahun ini menginjak tahun kedua puluh tiga usiaku,dan tak terasa sudah hampir sembilan tahun kepindahan kami ke Jakarta, sebelumnya kami tinggal di Jogya, dan setelah peristiwa itu terjadi kami pindah ke kota ini untuk memupuk kenangan pahit, tapi aku yakin….suatu hari aku akan pulang dan dapat bersama kembali.
Sore yang temaram dihiasi mendung yang menggelayut di langit,sudah hampir satu jam aku duduk dibangku taman ini, suasana kampus tampak lengang dan sepi seperti suasana disubuh hari, dingin….anginpun bertiup menusuk kedalam tulang. Bangku taman yang slalu jadi tempat peristirahatanku melepas lelah berpayungkan pohon randu yang rindang.
“ sudah jam tiga sore….aku harus bergegas pulang, hanya karena mengejar satu mata kuliah aku jadi buang waktu percuma.” Kuhela nafas dalam-dalam, terasa begitu berat menyesakkan.


Akhir-akhir ini dapat kurasakan turunnya kondisi tubuhku, rasa sakit terkadang terasa di beberapa tempat tertentu, waktu begitu cepat tak terduga tinggal setahun lagi, banyak hal yang harus sudah kubenahi.
Pikiranku teringat pada Ayah. “ Ayah…aku akan pulang ke Jogya tak lama lagi, jangan sedih dan marah atas kepulanganku kelak!, tersenyumlah demi aku.”
Kupaksakan juga mengangkat tubuhku yang lelah dari tempat yang nyaman itu, beberapa buku yang berserakan telah kubenahi dan masuk kedalam tempatnya semula, dalam keadaan gontai kutengadahkan wajahku kelangit disusul kedua lenganku ikut terangkat keatas tak lupa kuteriakan kata “semangat..!!!!”.
“Ups….” Jangan-jangan ada orang lain disekitar sini aku jadi malu sendiri tertawa cengar-cengir seperti anak kecil yang ketauan berbuat malu.
Kuedarkan pandanganku kesekitar, tidak ada siapa-siapa bahkan seekor lalatpun malas keluar mungkin ia lebih senang tertidur dibalik dedaunan.
Kulangkahkan kakiku menjauh dari tempatku berpijak, perlahan……..aku ingin berjalan perlahan aku harap awan mendung itu membawa hujan kesukaanku.
“ Eeh ….siapa itu, sepertinya ada yang sedang tertidur disamping pohon randu kecil didekat danau buatan itu.”
Kucoba mendekati tanpa menimbulkan suara sedikitpun, aku tak mau siempunya tempat terbangun dan mengetahui kalau diapun tak sendiri seperti yang diharapkannya.
Topinya sengaja dimiringkan kemuka untuk menutupi wajahnya, aku tak bisa menerka siapa gerangan dia, tapi tunggu buku yang tergeletak disampingnya sama dengan buku milikku, tak salah lagi dia pasti salah seorang diantara kami yang akan menghadiri kuliah sore ini.
“ penasaran rasanya,….aku seperti belum pernah melihat orang ini sebelumnya” aku mulai berkata sendiri.
“ siapa ya dia…..” sambil berharap topi itu terjatuh aku coba mengingat setiap sudut ruang kuliahku tapi nihil tak satupun ingatanku tertambat pada orang ini. Tiba-tiba siempunya topi bergerak, sedikit… yah!! hanya sedikit tapi topi yang tadi menutupi wajah itu terjatuh.
Bersamaan dengan jatuhnya topi, gerimispun turun hidungku ditetesi oleh air hujan sebutir lalu mulai merata keseluruh wajah, kuhadapkan wajahku keatas, kupejamkan kedua mataku.
“indah…..” bisikku, perasaan indah yang slalu kudapatkan diwaktu hujan turun.
“ Hem !!! “
Terdengar suara mendehem seseorang, arahnya dari depanku. Aku hampir berteriak.
“ Tuhanku…..aku lupa aku tak sendiri” apa yang harus kuperbuat.” Banyak kata terkandung dibenakku, “ harus kuhadapi…”
perlahan kuhadapkan wajahku dan kubuka kedua mataku.
Mata itu , ……mata itu sangat hangat tak kusadari kami berdua saling bertatap mata, entah siapa…………

Penasaran…???
Tunggu ya.. sambungannya >>>>>



November 12, 2007 | By: BangDhika

LILY II (lanjutan)

kebangkitan…. apakah itu yang akan aku lakukan disaat aku tau diri ini tak lebih dari bangkai yang berjalan.
“ Komputerku rusak..mungkin kemarin aku salah tekan tombol semua jadi blank”
“ Ya sudah, besok aku bawa. Disana ada yang bisa betulkan” diam sesaat
“ kenapa…….?!”
“ tidak,..tidak apa-apa ,bawa saja dari pada rusaknya tambah parah.”
Masa bodohlah, kalaupun komputer itu harus rusak aku tak peduli yang penting saat ini, detik ini aku sedang berusaha merubah hidup mengambil kembali kendali atas diriku sendiri.
Sudut kamar yang selalu sepi, dingin tanpa penerangan , ah…aku suka sekali . keheningan ini , begitu menghanyutkan, betapa lama terasa aku rindukan kesejukan dalam hati ini. Aku pasrah padaMu….Tuhan, bawalah kembali aku kedalam pelukanMu seperti dulu sebelum kumengenal hasrat kotor dalam diriku ini, belailah aku dengan lembut biarkan kurasakan kembali kehalusan nuansaMu dalam hatiku.

Kumantapkan hati ini aku akan menjadi orang baik, lupakan semua yang telah terjadi kutebalkan keyakinanku esok masih ada waktu untuk kehidupanku.
Hampir sebulan aku hidup dalam dua dunia,… tempat kerja dan kamarku yang selalu temaram tanpa penerangan,aku ingin membangun kembali karier yang hampir aku lupakan. Tuhan aku pinta padaMu datangkan padaku seorang pelindung yang dapat menjaga hatiku memberikan ketenangan disaat gundahku.
Akan kuterima ia yang akan datang mengisi hatiku dengan penuh suka cita tanpa ragu karena aku yakin yang terbaiklah yang akan Kau berikan padaku.
Jam sembilan pagi ponselku berdering, baru kucoba merebahkan diri ada saja yang menganggu, apalagi yang akan aku hadapi hari ini, besok pekerjaanku agak padat dari biasanya, Agustusan tahun ini aku ingin menyendiri mengalahkan keegoanku, lupakan sejenak rengekan anak asuhku di pabrik yah.. walau terkadang mereka pemberi semangat disaat tertentu.
“ Ehm..siapa nih,?!”
lagi-lagi sms yang tidak jelas alamatnya, dibalas jangan yah!?’

dengan malas kubalas juga sms itu terlebih dia sebut soal computer, bukankah komputerku sedang diperbaiki, jangan-jangan ini orangnya.
Tak lama berselang temanku menelpon nadanya sambil tertawa seolah senang benar yang sedang dialaminya.
“ datang ya, dijemput diperempatan,..tenang pake motor!’
“ ya,aku datang tapi inikan sudah hampir jam sepuluh, hari ini aku masuk shift dua,jangan lama-lama loh disana.!”
“ beres semua sudah diatur!”
“apanya yang diatur” bathinku

Roda mobil berputar dengan cepat seolah ia tau aku sedang mengejar waktu, membuat janji dalam waktu yang sempit selalu aku hindari, ah…. menyebalkan rasanya dikejar-kejar waktu, ya kalau benar bertemu dengan orang yang dijanjikan seringnya aku yang datang orang yang dimaksud tidak ada, seperti kambing ompong.
Sepanjang jalan aku hanya tersenyum melihat kembali jalan-jalan yang sering aku lalui dari berangkat kerja, kuliah sampai pulang kerumah, itu ku alami dengan suka cita dan itu semua kujalani sebelum kuputuskan untuk kos diluar.
“ hidup mandiri!?..” aku hanya bisa mendesah apanya yang mandiri?, yang ada aku jadi kehilangan satu penghargaan atas diri.
Dua hari yang lalu tanpa diduga sewaktu aku pulang kerumah, kakak lelakiku menghampiri entah ada angin dari mana ia yang selama ini pendiam bisa memulai pembicaraan antara aku dan dia. Mungkinkah ia tau gulananya hatiku ini atau hanya kekhawatiran seorang kakak pada adiknya.
“ aku dengar kau akan mulai menabung lagi…?”
“ sudah jangan terlalu dipikirkan usia yang kita jalani ini,….”
Suaranya terasa berat, terdengar ia menelan ludah…. pahit kurasa, kakakku yang baik….tak lama terdengar lagi suaranya.
“ yang penting kita bisa manfaatkan sebaik mungkin, disana didaerah kampung dalam ada tanah yang mau dijual, bagaimana kalau kamu invest untuk masa depan sendiri. Apalagi harganya masih murah, tabung dulu uangnya selama satu tahun lalu belikan langsung jangan ambil pusing.”
Diam sejenak, terasa ada yang dipikirkan sebelum ia mulai berkata kembali.
“ yang namanya jodoh pasti datang dengan sendirinya, tidak usah bersusah hati!”
pertanyaan bertubi yang kurasa tidak butuh jawaban dariku, buktinya kakakku tak memberikan aku kesempatan unutk menjawab, lagipula aku pikir benar juga dan jawaban dari semua itu cukup singkat saja
“ iya…” aku hanya mampu menunduk …andai dia tau apa yang telah terjadi pada adiknya ini. “ Tuhan jangan sampai aku menangis …” mata ini sudah mulai terasa panas, kuatkan hatiku , Tuhan.
“ sambil jalan, sebagian gajimu bisa dipakai untuk kredit motor. … bukankah gaji leader lumayan?! Kalau kamu niat nanti kakak Bantu”
kebisuanpun melanda, kakakku berlalu setelah niat hatinya tersampaikan padaku, dan inilah aku coba membangun kembali puing kehancuran hatiku dengan segala kemunafikanku seolah masih suci terjaga dari keangguhan diriku selama ini. Dan kali ini kuharap tak ada yang mengganggu aku ingin menjadi anak yang baik, bagiku kalau baik ya berarti baik sekali dan kalau jahat berarti kejam sekalian.
Lamunanku terbuyarkan setengah jam sudah berkendaraan, perempatan jalan itu mulai terlihat ramai, slalu ramai lebih-lebih pusat perbelanjaan yang megah sudah berdiri . keramain yang semu dimana setiap orang terhinggapi keegoannya.
“ sial, kemana itu orang….jangan-jangan aku dikerjain”
“tiiiiin”
terdengan suara klakson motor, “ ayo naik, mau lihat ga komputernya lagi diperbaiki!”
‘”masa bodoh,lah hari ini aku shift dua jangan sampai telat!’
motor butut yang mengeluarkan suara keras tapi masih bisa jalan, tambah lagi dicarinya jalan yang rusak berat, bikin sakit pinggang.
“ orangnya baik ly…”
aku hanya mengernyitkan dahi belum kujawab sudah ada sambungannya
“ katanya udah mimpikan kamu, tapi sayang dia duda anak dua, ditinggal mati… kemarin si,… punya pacar tapi sudah bubaran , ga rugi deh orangnya ca…..kep ly!!!
‘” gimana, mau ga,… dia baru ditinggal sama pacarnya .”
kesal juga dengar omongan temanku ini, kalau bukan karena komputerku ada sama dia aku pasti loncat turun detik itu juga, yang benar saja baru sedetik yang lalu aku ikrar pada diriku ‘ no man no cry” sekarang aku sudah disodorkan yang lain lagi.
Sebenarnya yang bawa motor ini bukan alsli kenalanku, namanya supri dia pacar asistenku, dan aku sering bicara banyak hal dengan asistenku itu, sebut saja Ena.
Ena tau persis apa yang terjadi dengan diriku dan aku tau dia ingin aku melupakan semua, dengan memulai yang baru baginya masih banyak kesempatan terbuka untukku bila aku mau membuka diri cinta dan sayang tak sebatas kesuciaan saja masih ada hal lain yang akan menguatkan hubungan dua manusia, yang penting terbuka disaat akan menerima yang baru, jadi tidaknya tinggal Tuhan yang menentukan setidaknya kita awali hubungan itu dengan kejujuran.
“ sudah diam,..ena mana?”
“ ada, disana….lagi nunggu juga. Siapa tau jadi…!
“ apanya yang jadi, Oo…komputernya ya!”
“ bukan….orangnya”
“ada yang aneh” . pikirku “ kenapa dari tadi bicaranya itu- itu saja”
dari pertempatan kerumah yang dituju tidak lama, lima menitpun tidak.
“ kenapa banyak orang” tanyaku sambil mengernyitkan dahi.
“ ya..namanya juga tempat servis”…sambil berlalu mendahului aku berjalan.
Dua orang duduk dikursi, yang sepasang ada didalam dan satu lagi didepan pintu sambil tersenyum padaku.
“ mbak lily perkenalkan ini mas bengbeng”
ditujukkannya mataku pada orang yang dimaksud, tanpa ada rasa curiga salam tangan kusulurkan, dan disambutnya.
“ bengbeng!!”
“ lily” aku berlalu begitu saja “ masa bodoh apa yang dipikirkannya tentang aku”
“ masuk kita bicara didalam,”
dibiarkannya aku berjalan lebih dulu memasuki tempat kos yang merangkap sebagai tempat servis computer.
Dipojok ruangan yang luasnya tiga kali tiga meter itu terdapat sebuah computer dalam kodisi tidak dihidupkan. Selang beberapa saat siempunya duduk didepannya lalu dinyalakan tanpa basa basi, disediakannya satu tempa untukku duduk tepat didepan sipemilik.
“ sebelumnya, saya mau tau dulu sejauh mana mbak lily tau mengenai tentang computer?” siempunya suara diam menungggu jawaban dariku pastinya.
“ sedikit…., niatnya cuma ingin punya saja tapi ga bisa pakenya, ya lumayan buat modal kuliah,…”
suasana yang kaku semua orang terasa memandangiku, aku merasakan ada ynag aneh dengan situasi ini, semuanya berjalan dengan kepura-puraan, mengapa matanya slalu berusaha mancari mataku, aku benci keadaan ini seolah aku mangsa yang siap saji.
“ tidak mungkin…. mbak lily kan anak kuliahan,”
“sudah jangan panggil mbak terus, panggil lily saja. Lagipula saya paling males berpura-pura. Kalau ga bisa ya berarti ga bisa!”
kali ini mataku tertangkap oleh matanya cepat kualihkan kearah lain, “Uuh…. Aku benar-benar benci keadaan ini”
aku marah, dia belum tau, aku paling tidak suka berbohong apa lagi kalau bicara kemampuan diriku yang nol ini.
“hey… jangan bahas yang itu terus, gimana ni selanjutnya”
suara supri ikut menimpali keadaan yang tadi tercipta, suara lainpun ikut menimpali kali ini ena yang bicara.
“ ly… mas beng ini orangnya baik, kemarin yang jadi pacarnya dibeliin apa aja,”
“ eit…ada yang aneh ni, kenapa sekarang bahasannya malah yang empunya tempat” bathinku.
“ tapi emang si… statusnya bukan bujang, Tanya aja langsung!”
aku diam membaca situasi apa yang sedang berlangsung sebenarnya, naga=-naganya bakal ada perjodohan “ sial ….kana jadi begini”
“Ehm…. Iya mbak, semenjak kepergian ibunya anak-anak saya mulai semua sendiri lagi”
kali ini mata kami saling bertatapan, ada rasa duka disana satu kelelahan jiwapun dapat kutangkap dari sorot matanya, hatiku melunak niatnya kau mau marah kalau ia masih meragukan kalau sebenarnya aku memang gaptek.
“maaf saya tidak tau. ..”
“ ya sudah computer mbak lily besok saya betulkan Cuma rusak di harddisk ko, karena ga punya stock jadi besok saya belikan dulu”
“ ya …kalau begitu atur saja”
Suasana sudah mulai cair tapi slalu kuhindari bertemu mata dengannya, aku tak mau luluhkan hati ini, tapi mengapa hatiku dapat melihat dia dari tempatku terduduk.
Kuperhatikan ada satu orang lagi tapi dia pendiam lebih muda jauh beberapa tahun darinya sejak awal kedatanganku dia hanya diam namanya piqwar dipanggil ipiq.
Kulirik jam dinding yang bertengger, sudah dua jam aku disini aku harus pulang sekarang kalau dihitung sampai tempat kos aku hanya bisa ganti seragam istirahat terlewatkan lagi.
“ Ena , aku mau pulang sudah waktunya kerja, hari ini kita shift dua”
“ ok, bos”
“ pokoknya…. intinya sudah sepakat nih, kita sukses” supri menimpali “ iyakan, beng…”
orang gila apa yang dia bicarakan.

Sepanjang hari itu aku gelisah, mengapa hati ini melihatnya apa yang sedang kualamii lagi, begitu lemahkah diri ini.
“ nanya terus,.. penasaran ya”
“ sudah pokoknya dia itu duda anak dua, bereskan… mau ga.?”
“apa sih cuma Tanya aja ko”
“ bos kalau mau besok kita kesana lagi, siapa tau komputernya dah beres.”
Debaran………..kurasakan kembali debaran dijantungku, rasanya selama ini aku tidak yakin apakah hari-hari lalu jantungku berdetak seperti saat ini. “besok…..aku besok bertemu lagi, …..”
“ tidakkk!! Jangan yang kedua kalinya Tuhan aku ini kotor aku tidak mungkin bisa bersama yang lain, aku tak ingin orang lain hanya mendapat sisa dari diriku,…”
“ aku hina “
sisa malam kulalui dengan penuh sesak didada, hinaan demi hinaan atas diriku sendiri slalu ku lontarkan betapa aku benci kelemahan ini, ataukah dia yang diutus untuk diriku.
Terlelap karena lelah yang mendera pagi hari kujelang dengan kegalau yang melanda.
Kumantapkan niatku hanya untuk menjemput komputerku yang rusak tak boleh ada terselip perasaan lain.

Tak’kan kubiarkan ia berada didekatmu…
Tak ada lagi ia yang pernah mengisi hidupmu……
Hati dan jiwamu adalah milikku…..
Biarkan aku bertemankan iblis jika itu syarat mutlak mendapatkan dirimu disisiku.

fin........

Akhir 2007
Ren Fujita


November 09, 2007 | By: BangDhika

LILY

Sobat......
Refresh dulu yaa... kasih kesempatan bwt sobat yang lain yang mau menyumbangkan tulisannya baik itu berupa tutorial, cerpen, informasi, teknologi atau apa saja yang penting tidak mengandung unsur SARA atau berbau pornografi ini sengaja ane buat untuk memberi kesempatan buat sobat yang tidak sempat membuat blog atau sobat yang terlalu sibuk tapi suka menulis..... yaa itung2 ajang berpromosi ...... kali aja ada manfaatnya buat sobat yang lain...
untuk mengawalinya nech...Mamah "Gagah" semalem buat tulisan tentang apa yang dia rasa, dia dengar dan dia alami.....
sementara ane sedang belajar sesuatu, yang mungkin nanti juga bisa berguna buat diri ane kendiri ato mungkin juga buat para sobat semua... do'akan.....
eiit yaa... sebelumnya ane mohon maaf jika nanti penyajian tulisannya kurang bagus dan terkesan amatiran itu semata-mata proses belajar jadi mohon di maafkan....
hayuuk kita baca..... >>>>>>>


Biarkan hatiku membatu, penuh dengan kebencian jika itu syarat satu-satunya untuk mendapatkanmu ada disisiku seperti dahulu.
Gairah jiwa dan keduaan yang pernah kita rasakan tak’kan terhapus begitu saja oleh satu masa lalu diantara kita. Mengetahui engkau ada selalu bersamaku membuat tenang hati dan pikiranku….jangan kau uji kecintaan ini dengan kedustaan yang kesekian kalinya.

cerpen ini terinspirasi dan didedikasikan untuk Abbie ( ayah gagah tersayang ) jangan pernah lupa apa yang sedang terjadi merupakan imbas dan refleksi dari masa lalu, masa depan adalah apa yang kita rancang saat ini.
Rasakan jangan hanya dipikirkan apa yang tertulis dalam cerpen ini karena semua penilaian baik dan buruk hanyalah bersifat humanis.
4llah Maha Mendengar…..baik ataupun buruk yang kita minta, Ia kuasa memberikan… “sebesar apa kepercayaan yang kita miliki sebesar itu pulalah yang akan kita dapatkan.”



Cibinong, 08 November 2007

R.F


Lily……
Hatiku tak seputih bunga itu dan aku tak secantik kelopaknya yang merekah, diri ini penuh dengan kebencian yang timbul tanpa sebab sejak 2 tahun lalu.
Semua kecintaan, rasa sayang dan keduaan yang aku rasakan mulai berubah, timbul benih-benih kebencian dalam hati yang mulai mengakar kuat. Biarkan aku berteman iblis bila itu akan membuatmu disisku. Tapi sejatinya kasih ini hanya untukmu slalu “dia yang tersesat dalam hatiku”.
“Tuhanku jangan Kau marahi aku…..
aku hanya hambaMu yang masih berjuang dan slalu terjatuh dalam kealpaan”
“Tuhanku jangan jadikan kata ini kesungguhan ucapanku
lihatlah kedalam isi hatiku…..panggillah aku lebih lembut lagi”


Baru 3 tahun yang lalu kepindahanku dari Bogor kekota kelahiran, Bandung... Dan hari ini aku telah kembali kekota yang kutinggalkan mungkin kali ini agak berbeda , kepindahan kedua orang tuaku untuk menetap selamanya disini, serta dengan keyakinan penuh aku sadar akan mendapatkan pasangan hidup dikota ini pula. Selepas menamatkam sekolah, seperti layaknya orang biasa aku langsung terjun kedunia kerja, hanya rentang waktu sepuluh hari dari pembagian ijazah, aku telah menapaki dunia baru, dunia dengan penuh warna yang mengisyaratkan dimulainya masa kedewasaan. Syok,…hal pertama yang terlintas dalam benakku, betapa tidak
aku yang baru akan memasuki dunia dewasa dengan segala gejolak diri ternyata telah memulainya lebih awal dari teman-temanku. Ditempat ini tidak ada kata perbedaan usia, yang berumah tangga dengan yang gadis larut menjadi satu, menciptakan kelakar-kelakar berbau kedewasaan , tiap kamis malam terlewati pastilah keesokan harinya menjadi ajang pertarungan dalam perbincangan yang memanaskan telinga apalagi bagi yang asing dengan dunia itu…seperti biasa wajahku memerah setiap kalii dimintai pendapat oleh mereka, aku hanya bisa menempatkan diri sebagai pendengar saja.Tak banyak yang aku dapatkan selama itu, waktuku dihabiskan dimeja patrun menggambar pola-pola pakaian yang dalam kurun waktu tiga bulan sekali selalu dapat dipastikan berganti style, buyer yang otomatis kejemuanpun mulai kurasakan. Aku sadar sepenuhya bekerja dipabrik ini dapat menjadi modal awal untuk terjun dalam bisnis rumahan sebagai seorang tailor, tapi apa guna belakangan pikiranku menuntut aku melangkah lebih jauh lagi , serasa ada seseorang disana yang menghendaki aku untuk menemukannya. Dorongan itu semakin lama terasa semakin menyesakkan terlebih lagi tak terasa sudah dua tahun aku hanya bertemankan pola-pola pakaian, kawanku satu persatu sudah ada yang berkeluarga sedangkan aku?...
Dengan berat hati aku tinggalkan tempatku menggantungkan hidup “ aku yakin entah dimana, disuatu tempat tertentu ada seseorang yang sedang menunggu kedatanganku” slalu saja kata-kata itu yang menguatkan langkahku ia slalu memantapkan niat hati ini. “ pencarian itu tak’kan pernah sia-sia.
Tabungan selama dua tahun aku pergunakan untuk modal awal kuliah dengan kepercayaan penuh aku yakin “ kuliah sambil bekerja, kenapa tidak” aku bukan anak yang slalu mendapatkan sesuatu dari orang tuanya, semua aku dapatkan atas usahaku sendiri, dua semester sudah aku lalui dan disemester ketiga aku mulai kehabisan uang tabunganku sedangkan selama ini aku telah terlena dengan pertemanan ditempat baru, rela tidak rela ku putuskan cuti kuliah disemester tiga dan empat. “ aku harus mulai bekerja lagi, kuliah tidak boleh terputus.
Enam bulan aku mencari pekerjaan tapi hasilnya slalu saja tidak ada tempat untukku , rasa putus asa kerap melanda dalam diri “ apakah ini jalan hidupku?” benarkah yang dikatakan ibu selama ini”
Dalam kesabarannya ibu slalu berkata “ kita ini keturunan miskin jangan berkhayall terlalu tinggi, ya kalau kesampaian kalau tidak…..’
Akhir percakapan itu selalu saja aku tuntaskan dengan airmata ibuku, tak pernah sekalipun aku turutkan apa yang diingininya.
“ sudah menikah saja dengan bujang, bina rumah tangga jadi manusia normal seperti kakak-kakakmu jangan punya pikiran yang tidak-tidak”
kepala ini rasanya mau pecah “ tidak mau…aku ingin kuliah itu cita-citaku dari kecil dan janjiku pada teman sekolahku, dia yang slalu menyemangatiku”.
Dulu sewaktu aku main kerumahnya begitu menyenangkan, banyak buku-buku tersusun rapi aku sangat menyukainya, suatu saat nanti akupun akan memiliki perpustakaan rumahku sendiri. Tapi akhirnya aku kembali kekota ini, temankupun kutinggalkan, hanya kami berjanji akan berusaha mewujudkan impian kami walau dengan usaha sendiri.
Satu lagi teman baruku dia orangnya pendiam kalau didekatnya aku binggung sendiri tak tau harus bagaimana memulai perbincangan dengannya. Tapi dia yang akhirnya kuliah dan aku iri kepadanya, aku yakin ibuku mengetahui perasaanku itu.
“ jangan keras kepala, ibu tidak mau terjadi sesuatu denganmu…terlebih dengan sifatmu yang mudah putus asa!!! kamu orangnya nekat, itu yang ibu takutkan.”
Aku memang mudah putus asa, bagiku kalau tidak bisa memiliki lebih baik mati saja.
Bu…, buktinya walau dia serba pas-pasan bapaknya mampu kuliahkan dia”
“ ia tapi bapaknya tidak kawin lagi seperti bapakmu!!”
aku hanya terdiam ‘ benar yang dikatakan ibu, tapi aku tak mau menyerah……” mengapa kata-kata ini tak mau keluar dari mulutku, aku hanya tertunduk diam seolah membayangkan apa yang baru saja dikatakan ibuku.
Mataku terasa panas, bibirku gemetar, tanganku terkepal penuh dengan amarah “ Tuhan inikah yang telah kau berikan kepadaku, adakah ini keadilan dariMu”
Seribu Tanya menyesak didada tak kuasa aku menolak semua pemberianNYa, atas hidup yang kujalani kini.
Aku yang dilahirkan tanpa keayuan wajah gadis yang sedang merona, tidak pula disertakan tubuh yang meramping hanya mampu terdiam meratapi kesedihan dan rasa sakit hati yang mengakar dari kedustaan-kedustaan yang slalu diberikan bapakku.
Tujuh tahun…..yah !! tujuh tahun kami ditinggalkan bapak tanpa kasih sayang,perhatian dan kebutuhan yang tidak pernah menunjukkan kalau bapak seorang yang berpangkat. Setiap kali kutelpon, bapak slalu menjanjikan akan pulang… hari,tanggal ini, jam ini..tapi sampai tujuh tahun itu pula dapat dihitung kepulangan bapak dengan tangan hampa.
Rasa sakit hati menjalar dalam darahku, aku lulus sekolah dengan biaya ibuku, aku makan dari hasil keringat ibuku. Sakit rasanya melihat anak lain yang dicukupi oleh ayahnya, bergurau dengan canda orang tuanya sedangkan aku sendiri berusaha lepas dari jerat kemiskinan yang dibuat bapakku.
Sampai suatu hari…..
Ketika semua ketidaksabaran, amarah dan rasa benci kuluapkan pada bapak, membuahkan satu kenyataan pahit bapakku kawin lagi dengan janda beranak satu, dari perempuan itu bapak punya satu anak perempuan usianya sudah menginjak tujuh tahun.
Aku tumbuh dengan rasa sakit yang disebabkan kaum lelaki, ada satu waktu kebencian itu tersorot dari mataku, menyatukan kedua alisku, merapatkan bibirku . “ aku benci lelaki…. Aku bisa hidup tanpa mereka….
Akan aku buktikan walau harus aku menjadi perawan tua” janji hati yang seharusnya tidak aku langgar!!!

Selang satu minggu sejak peristiwa aku membuat ibu menangis teman dekatku menawarkan pekerjaan , yah… walau hanya sebagai operator di pabrik elektronika.
“ gajinya bagus, makanannya juga terjamin tidak seperti kalau kita dipabrik garment apa-apa serba terbelit, kalau kamu mau aku bisa bawakan sekalian sama adikmu…Ani”
penawaran yang baik pikirku” ya,..kalau begitu aku siapkan lamarannya dulu”
Hampir putus asa aku menunggu datangnya kabar penerimaan lamaran pekerjaanku, tak urung dihati ini membenarkan kalau aku tidak diterima status pengangguran sejati bisa-bisa kusandang terus, kian hari terasa malas mencari kerja sudah pastii aku ditolak jadi buat apa lelah mencari kerja.
“ Bodohnya aku……….”
Telpon berdering …” jadi mulai besok kami bekerja?, dibagian apa? “
“ nanti disana akan diberikan penjelasan lebih lanjut, besok datang dengan berpakain rapi sebelum jam tujuh. Anda siap?’
suara itu memastikan apa yang disampaikannya dapat dimengerti olehku, aku tersenyum penuh kemenangan .” siap , Bu………”
kontrak enam bulan kerja sudah ditangan kepastian akan menjalani kontrak keduapun begitu besar aku dan adikku berpisah lain department tapi tak jadi masalah bagi kami, pertemanan yang kami dapatpun berbeda , dia dengan temannya yang sama-sama pendiam sedang aku dengan temanku yang sedikit penasaran dan berani dalam menjalani hidup jauh dari orang tuanya. Begitu mengelitik hatiku untuk ikut menghadapi dunia tanpa pengawasan orangtua, terlebih ibu yang selalu memintaku untuk cepat menikah ditambah lagi bapakku yang sudah tidak peduli, dengan susah payah aku berargument meminta ijin untuk kos diluar, pikirku aku sudah mulai akan kuliah dan satu kesempatan dalam pekerjaan sudah ditangan pastilah akan banyak waktu yang dibutuhkan.
“ aku sudah besar bu, masa harus slalu diatur dan dinasehati…..”
“ terlebih ibu slalu memintaku untuk cepat menikah “ pikirku.
Memang aku sudah dilangkah oleh sepupuku tapi itu tak jadi soal, aku sudah tidak peduli lagi akan karma hidup atas diriku. Lagi pula aku takut menikah , yang namanya lelaki pasti semua kawin lagi tanpa terkecuali. Aku jijik membayangkan seorang lelaki yang slalu berpindah pelukan dari satu perempuan ke perempuan lain. Apa mereka tidak tau seorang wanita hanya tidur dengan satu orang lelaki itupun hanya dengan orang yang dicinta dan dikasihinya tidak untuk yang lann.
“ buat apa kos, dari sini kalau pulang pergi masih terjangkau, adikmu saja tiap hari tidak pernah mengeluh!”
suara ibu memecahkan lamunanku.
“betul ..diakan tidak sambil kuliah dan tidak dipromosikan seperti Ly.”
“cape bu….aku harus selalu bangun pagi pulang hampir tengah malam bahkan waktu istirahatpun hampir tak ada” hening sejenak
“nanti disana kamu macam-macam, jangan seperti sepupumu itu!!”
Ah begitu sulit berbicara dengan ibu.
Aku harus menghaluskan kata-kataku pada ibu rasanya kata setuju sudah diujung lidah.
“ tidak bu, Ly’ kan mau sekolah ingin jadi orang dihargai dan ingin Bantu ibu, lelakii tak ada dalam kamusku”
“ ingat walaupun kecil yang namanya lelaki tenaganya lebih kuat dari perempuan ”
Aku tak mengerti apa maksud ibu tapi akhirnya persetujuan didapat dengan derai air mata , aku tak pernah tau apa yang terkandung dalam hati ibu sampai saatnya tiba, kurasa….
Semenjak pengakuan bapak…. Aku tau ia mulai berusaha memperbaiki hubungan diantara kami, juga terhadap ibu. Bapak pernah berkata “ biarkan anak mencarii pengalaman hidupnya , jangan sampai takut pada banyangannya sendiri.”
Perlahan kami mulai bisa menerima kembali kehadiran bapak dan ibu sudah muali terbiasa dengan keadaan keluarga kami yang baru dengan bertambahnya satu keluarga baru.
Penyelia mendaftarkanku ikut tes menjadi leader, dan tanpa diduga aku berada diurutan teratas dari sembilan puluh enam untuk penyaringan enam orang leader baru. Disana awal dari banyak hal terjadi , dikabulkannya doaku, dimulainya kebohonganku, dan dilanggarnya janji hati yang kubuat dulu.
Karier ada, kuliah sudah mulai kembali dan sekarang aku sedang dekat dengan seseorang.
Tak pernah aku tau siapa dia, pekerjaannya bahkan sifatnyapun tak aku ketahui , dan aku yakin namanyapun bukanlah yang sebenarnya tapi rasa penasaran meneguk dunia baru mengalahkan logikaku sendiri,terlebih niat hatinya, semua terhapus karena rasa penasaran dan gejolak gairah muda yang slalu ia tunjukkan padaku. Kian hari pertemuan dengannya menuntut pemenuhan-pemenuhan yang baru. Tak ada lagii kedustaan seorang lelaki, tak ada lagi pengkhianatan kaum adam bahkan tak ada lagii kesalahan – kesalahan lelaki terhadap perempuan, dan sakitnya hati sewaktu ditinggalkan bapakku sudah tak terasa lagi semua sirna oleh nafsu gairah yang baru kurasakan.
Persetan dengan akal sehat, masa bodoh dengan etika dan aturan yang ada, semua tidak berarti sebelum rasa dahagaku terpuaskan terlebih sentuhannya , desahan nafas yang membakar jiwaku, buai mesra yang melambungkanku mulai tertawarkan sedikit demi sedikit. Kepintarannya dalam mempermainkanku membawa rasa penasaran yang besar, susahnya untuk bertemu menjadi satu pembenaran jika bertemu nanti aku harus lepaskan dahagaku.
Adakala aku merasa dosa yang tak terampun, tapi perasaan indah itu lebih menguasaiku. Semua tertebus dengan hilangnya penghargaan diri………..
“ aku tidak perawan…….semua tlah kuberi. ‘
Layaknya kebanyakan lelaki akupun tak pelak menjadi korban dari nafsu sesaatnya.
Kupandangi wajahku didepan cermin, tampak seseorang disana yang muali menampakkan kekalahan dirinya, menangispun ia tak sanggup.
“ aku sendiri…” dia menghilang seperti biasa, ia slalu ijin bertemu beberapa bulan lagi dan kali ini janji yang tak akan pernah ditepati, dapat kurasakan kepergiannya kali ini, apa yang dia cari tlah didapat….dan aku menjadi bangkai dalam tubuhku sendiri
“ ly…….. bukankah sudah kuingatkan kau sejak dulu jangan kau langgar janji hatimu sendiri’…
malam tiba…….aku slalu larut dalam kesadaranku “ ibu aku bersalah, sekarang apa yang akan aku hadapi didepan nanti “
keresahan jiwa membawaku kesatu dunia yang asing olehku , keluar malam jadi kebiasaan baru, rasa sakit hati mulai menjalar kembali terkadang ada saat ingin kucari kelemahan pria dan menikamkannya telak tanpa ampun. Alhasil dari kebiasaan baru itu aku menjadi individu tanpa teman, banyak yang kudapati mulai dari bahasa tanpa kata sampai kata tanpa bahasa dari dua orang yang berbeda dengan kebutuhan yang sama.
Prinsip…itulah yang menyelamatkanku setidaknya bagi seseorang yang telah mengetahui satu kebutuhan baru pasti menuntut pemenuhan dari hasrat gairahnya sendiri.
Bagiku tidak jika bukan dengan orang yang kusayangi.
Pemenuhan itu suci, indah, penuh dengan kasih walaupun terselubung salah dan dosa.
Tapi semua bohong…!!! dia …lelaki yang hanya datang untuk mengganggu,meruntuhkan pendirianku dengan segala tipu muslihat hanya ingin merasa dan mencicipi segi keegoan yang dimilikinya.
Janji itu kembali dalam hatiku kali ini lebih mengakar … ” kurasa”
Tetap saja aku tau Ia sang pemilik hati..
Lagi-lagi kebosanan melanda “ sampai kapan aku turutkan gairah ini, nafsu ini, kebejatan ini, aku kotor tapi aku tidak hina masih ada dalam diriku yang ingin kembali kedalam peluk ibuku, kadalam pelukanNya”
Semua terlintas….. dari hari kehari pekerjaanku terbengkalai, kehidupanku tak teratur, dan kuliahku berantakan, aku harus mulai bertindak benahi diri , biarlah aku sendiri menjadi seorang gadis bukan perawan sampai aku tua bahkan mati toh aku ini hanyalah bangkai yang berjalan....

Bersambung....... >>>>>>>>

November 04, 2007 | By: BangDhika

HBH MONAS 2007

Sobat, “rasa” yang seperti ini belum pernah ane rasakan sebelumnya ada rasa gembira, bangga semua rasa campur aduk, sedih juga ada, ( lhooo ……..) awal baca undangan acara halal bi halal blogger di monas tanggal 03 November 2007 membuat ane gak bisa tidur gak bisa ma (oooppppsss…..) pengen cepet2 loncat ke tanggal 03 November terutama ane penasaran ma yg namanya mas agung, mas agaz, pipit, mbak isnuansa pokoknya ane penasaran deh klo belum ketemu langsung ma sesama blogger….padahal waktu ntu masih tanggal pertengahan oktober 2007.

Ane cari info ke mas Agung, mas agaz dan juga pipit ( yg punya gawe ) dan alhamdulillah mereka semua menyambut dengan gembiranya… nah akhirnya tanggal 03 november ntu sampe juga….. pagi tanggal 03 november ane dah siap-siap berangkat walaupun acaranya jam 15.00, ane pamitan ma istri tercinta, anak tercinta, tetangga tercinta pokoknya ane pamitin semua tak terkecuali ada nenek2 di pinggir jalan pun ane pamitin juga (hue…he..he..he… 10x ) ….. klo ane mo ngumpul bareng sama senior2 blogger Indonesia.

Tapi sangat disayangkan cuaca di Jakarta dan sekitarnya kurang mendukung, ane kehujanan di tengah perjalanan.... aahhh….. ntu gak jadi soal, pasalnya ane dah gak sabar pengen cepet2 ketemu ma para blogger Indonesia yang ganteng2 and cuantik2…. Lhoooo…. ( ikutan logat mas agung ).

Akhirnyaaa…. Ane sampai juga di monas ± jam 14.00 … Oooppsss… ternyata ane datang lebih awal dari yang di jadwalkan… gak pa…paaaa….. ada kesempatan buat refresh dikit sambil liat-liat monas dari dekat… ( jarang-jarang lhoo…).

Eeiittt.. ya….. ane sms mas agung dan di bales “ok tunggu dulu ya mas… sabar, mo kesana nih.” Waaahh… mas agung mo datang… siap2 menyambut mas agung… ( hiks… peserta sambut panitia…???) sms kedua dari mas agung “Bang tak tunggu di bawah patung orang 5 yg bw bendera. Aku pakai jaket biru kacamata, celana item rambut agak gundul.”

Buru-buru ane samperin… dan ternyataaa…. Ane ketemu juga sama mas agung blogger yang piawai buat template, bagi sahabat blogger yg mau pesan template hubungi aja langsung mas agung…. ( mas agung inget… 10%, hua..ha..ha..ha..ha….)

Orang kedua maz agaz yg selama ini tanpa ane sadari dah membuat ane lebih termotifasi lagi buat ngedate eeh… salah, ngeblog ( sorry mas agaz.. hua..ha..ha.. ha…….).

Orang ketiga yang ane temuin bapak kita, ane panggil mas Agus syafii, blogger yang piawai lewat tulisannya tentang psikologi islamnya ( angkat topi buat mas agus ).

Dah ntu.. sambil nunggu yang laen datang ane ma maz agaz cari kupi dulu buat ngilangin hawa dingin ( monas hujan ) sementara mas agung sama bapak kita melepas kangen sambil menunggu yang laen…..

Lagi asyik2nya ngupi bareng ma mas agaz ada sms klo bogger yang laen dah dateng, ane ma mas agaz buru2 ke tkp… daaannn… woouuuwww… dah ada bang purwa gillardy, pipit, bang ichal, mbak isnuansa, ma metty… waduh jadi bingung mo ngomong apa…. (saking terkesimanyaaa.., gubraakkk…kesandung..), setelah saling memperkenalkan diri ketawa ketiwi kita langsung meluncur ketempat muktammar ( he…he..he… maksudnya cari tempat neduh, hujan eeuuyy…),

Sobat, berhubung hujan ga brenti2 acara di pindahkan ke sasana tinju yg ada di lapangan parkir.. eeiiitt salah lagi tuh… maksudnya di pindah ke gambir sambil sekalian nyamperin iko ( khan kesian klo iko kehujanan….. hikss… ).

Nah di gambir itu akhirnya kita muktammar, yaa…. salah lagi maksudnya halal bihalalnyaa….

Sebenernya sih … ane masih nunggu satu lagi sahabat ane tapi koq gak ada tanda-tanda, buat bang Deni awliya kenapa gak bisa datang...??? ane sebenernya pengen banget ketemu……

Waaah … ternyata sobat, tema yang di angkat banyak bangeet… dari bagaimana kita bangun silahturahmi lewat blog, blog sebagai terapi buat stress, blog buat bisnis, blog sebagai media independent, blog sebagai curahan kata hati kita, dan buat yang masih belum berkeluarga blog sebagai ajang buat………. ( Ooopppsss… celingak-celinguk ada mas agaz ma mas agung gak yaa…..)

Dan masih banyak banget tema-tema yang gak ane tulis disini….. saking buaanyaknya…

Sobat, sudah dulu yaa… laporan acara HALAL BI HALAL MONAS 2007, mungkin bagi sobat yang penasaran ma ntu acara sobat dapat lihat di blognya :

  1. Mas Agung
  2. Mas Agaz
  3. Saudari Pipit
  4. Saudari Metty
  5. Saudari Isnuansa
  6. Saudari Iko
  7. Bang Purwa Gillardy
  8. Bang Ichal
  9. Bapak kita "Agus Syafii"

Demikian laporannya, semoga bisa membuat iri……eeiiitt, salah lagiiii tuuhh… semoga dengan acara tersebut kita semua ( blogger’s ) dapat berpartisipasi bwt menjalin kebersamaan dalam rangka mencerdaskan bangsa. “Bravo Blogger Indonesia “.

November 01, 2007 | By: BangDhika

Sobat, informasi dari acara PESTA BLOGGER 2007 yang di adakan di Bliz Megaplex jakarta yang menetapkan bahwa pada :

Tanggal 27 Oktober 2007 adalah hari BLOGGER NASIONAL di Indonesia

mari kita sambut hari jadi kita dengan suka cita, bravo blogger, maju terus capai target satu juta blogger Indonesia tahun depan...

Selamat untuk para pemenang Blog Favorit Pesta Blogger 2007! Mereka dinominasikan oleh para bloggers, dan dipilih lagi sebagai yang terfavorit oleh para bloggers yang hadir pada Pesta Blogger 2007 kemarin.

Dan para pemenangnya adalah:

  1. Kategori online marketing dan sales: Media Ide Bajing Loncat
  2. Kategori women’s issues: Fashionese Daily
  3. Kategori blog teknologi: Ilmu Komputer.com
  4. Kategori blog personal: Istri Bawel
  5. Kategori blog selebriti: Jennie S. Bev
  6. Kategori current issues: Perspektif. net
  7. Kategori bridge blogging: Enda Nasution
  8. Kategori pendatang baru terbaik: Lidya Wangsa

Pemenang untuk kategori pendatang baru terbaik mendapatkan hadiah berupa Nokia N73 Music Edition.

Sebelum meninggalkan panggung setelah acara talkshow selesai, Menkominfo Muhammad Nuh sempat mengatakan bahwa siapa pun yang mendapat suara terbanyak dalam pemilihan nanti berhak atas sebuah laptop dari Depkominfo. Ternyata, di akhir acara, yang mendapatkan suara terbanyak dalam pemilihan tersebut adalah Enda Nasution (48 poin), tetapi ia menyerahkan kemenangannya itu kepada blogger yang meraih suara kedua terbanyak, yakni Media Ide Bajing Loncat (41 poin).

Selamat untuk para pemenang!